API: Petugas gabungan saat berupaya memadamkan kebakaran lahan yang terjadi secara beruntun di salah satu dari tiga titik lokasi di Kabupaten Balangan/foto:wahyudiBANUATODAY.COM,,PARINGIN - Musim kemarau panjang di Kabupaten Balangan makin sering memicu kebakaran hutan dan lahan. Sepanjang hari Selasa (25/8), api mengamuk secara beruntun di tiga lokasi berbeda yang membuat petugas gabungan harus bekerja ekstra keras untuk memadamkannya.
Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi di Desa Mampari, Kecamatan Batumandi menjelang siang. Setelah menerima laporan warga sekitar pukul 11.36 Wita, tim gabungan dari kepolisian, TNI, Manggala Agni, dan relawan langsung turun ke lokasi. Api akhirnya baru bisa dimatikan setelah petugas menyemprotkan air selama satu setengah jam.
Belum sempat istirahat panjang, petugas kembali mendapat panggilan darurat pada pukul 14.47 Wita. Kali ini, api membakar lahan di dekat kawasan kandang sapi milik pemerintah daerah di Kelurahan Batu Piring. Proses pemadaman di lokasi kedua ini memakan waktu sekitar satu jam dua puluh menit.
Menjelang sore, rentetan musibah ini belum juga usai. Tepat pukul 17.14 Wita, api kembali berkobar di Desa Papuyuan, Kecamatan Lampihong. Kondisi lapangan yang susah air serta api yang telanjur membesar membuat tim pemadam harus berjuang paling lama di titik ini, yakni hingga dua jam penuh.
Rangkaian kebakaran lahan yang terjadi berturut-turut dalam waktu kurang dari dua belas jam ini menjadi peringatan serius. Pihak kepolisian yang ikut turun langsung ke lapangan memberikan perhatian khusus atas kejadian yang membahayakan lingkungan dan kesehatan warga tersebut.
Kapolres Balangan, AKBP Arif Mansyur Supartono mengapresiasi daya tahan dan kerja keras anggotanya beserta tim gabungan lain. Menurutnya, bukan hal mudah untuk berpindah-pindah memadamkan kobaran api secara beruntun di tengah cuaca yang sangat panas.
"Saya mengapresiasi kinerja seluruh personel Polres Balangan yang hari ini tidak mengenal lelah. Mereka bekerja di tengah kondisi yang tidak mudah dan mempertaruhkan keselamatan diri demi melindungi masyarakat," ujar Arif.
Lebih lanjut, ia menyadari bahwa petugas saja tidak akan cukup untuk mencegah musibah ini terus meluas. Peran aktif warga sangat dibutuhkan agar tidak sembarangan menyalakan api saat membuka lahan pertanian selama musim kemarau.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melapor jika menemukan titik api sekecil apa pun," pesannya.
Kedepan, petugas gabungan akan terus memperketat patroli rutin di wilayah-wilayah yang rawan terbakar. Mengingat Balangan sebelumnya sudah mencatat kemunculan ratusan titik panas akibat cuaca kering, warga sangat diharapkan bisa lebih peduli lingkungan agar bencana kabut asap tidak kembali terjadi di sisa musim kemarau tahun ini.(frz/rdh)
