KABUT: Suasana Jalan Trikora Banjarbaru tepatnya di bundaran Masjid Agung yang diselimuti kabut asap pada Rabu (26/8)/foto:yuandaBANUATODAY.CM,, BANJARBARU – Kualitas udara di wilayah Kalimantan Selatan kembali mengalami penurunan drastis pada Rabu (26/8) pagi.Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan mencatat lonjakan tajam konsentrasi partikulat PM2.5 hingga masuk dalam kategori Berbahaya
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan, Rizka Novita, mengungkapkan bahwa pemantauan udara sejak tengah malam hingga pukul 07.00 WITA sebenarnya masih berada pada kategori aman.
"Berdasarkan hasil pemantauan konsentrasi partikulat PM2.5 di Stasiun Klimatologi Kalimantan Selatan pada 26 Agustus 2026, konsentrasi PM2.5 selama pukul 00.00–07.00 WITA umumnya berada pada kategori Baik hingga Sedang," ujar Rizka.
Namun, lonjakan ekstrem terjadi begitu memasuki pukul 08.00 hingga 09.00 WITA. Puncak konsentrasi tertinggi tercatat tepat pada pukul 09.00 WITA dengan angka mencapai 480,1 µgram/m³ yang melepasi ambang batas aman dan masuk kategori Berbahaya.
"Konsentrasi tertinggi terjadi pada pukul 09.00 WITA, yaitu 480,1 µgram/m³ yang termasuk kategori Berbahaya. Kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi partikulat yang sangat signifikan pada pagi hari," tegas Rizka.
Menanggapi situasi kualitas udara yang memburuk tersebut, pihak Stasiun Klimatologi Kalsel meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengambil langkah penanganan.
"Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker medis seperti N95 atau KN95," tutur Rizka.
Selain itu, ia juga mengingatkan warga untuk terus menjaga imunitas tubuh, menerapkan pola hidup sehat, serta secara tegas melarang segala bentuk aktivitas pembakaran hutan dan lahan agar kondisi polusi udara tidak semakin memburuk.(yan/fsl)
