Trending

680 Hektare Lahan Terbakar Karhutla, Baru 194 Hektare Tertangani di Balangan

 

TERBAKAR :Masih banyak lahan Karhutla yang belum tertangani di Balangan/foto:bpbd

BANUATODAY.COM,PARINGIN - Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Balangan tampaknya harus bekerja lebih ekstra. Hingga memasuki awal September, catatan luasan lahan yang berhasil dipadamkan nyatanya masih tertinggal jauh dibandingkan dengan total kawasan yang telanjur berubah menjadi abu.

Berdasarkan rekapan data terbaru, dari ratusan hektare kawasan gambut dan semak belukar yang terbakar, luasan area yang mampu dijangkau dan didinginkan oleh petugas belum mencapai setengahnya. Minimnya rasio penanganan ini menjadi tugas berat di tengah ancaman kabut asap yang terus membayangi ruang napas warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Balangan, H Rahmi secara terbuka membeberkan perbandingan data penanganan di Bumi Sanggam. Ia tidak menampik bahwa luasan pemadaman masih terlampau kecil jika dibandingkan dengan kecepatan jalaran si jago merah.

"Sejauh ini ada 680 hektare lahan yang terbakar di Balangan. Sedangkan yang tertangani baru 194 hektare," ungkap Rahmi, Selasa (1/9).

Ketimpangan angka penanganan tersebut rupanya bukan tanpa alasan. Rahmi menyebut ada sejumlah kendala klasik di lapangan yang selalu berulang setiap tahun dan membuat langkah petugas pemadam kerap terhenti di tengah operasi.

Medan lahan gambut yang sulit ditebak dan tidak memiliki akses jalan membuat armada pemadam tak bisa masuk. Selain itu, keringnya sumber air permukaan di lokasi kejadian memaksa relawan bekerja mengandalkan tenaga manual seadanya.

"Ketersediaan sumber air yang tidak tersedia di lokasi menjadi kendala. Sehingga ketika kita melakukan operasi, harus dilakukan upaya manual," tambahnya.

Menyadari penanganan yang kerap buntu akibat krisis logistik air, pihak BPBD kini merencanakan usulan pembuatan fasilitas cadangan air. Infrastruktur sumur bor dangkal ini rencananya akan diprioritaskan pada wilayah dengan risiko tinggi seperti Kecamatan Batumandi dan Lampihong agar proses pembasahan tidak lagi terhambat.(Frz/rdh)

Lebih baru Lebih lama