Trending

Kabut Asap Masih Tebal, Sekolah di Banjar Boleh Geser Jam Masuk hingga Terapkan PJJ

 

SEKOLAH :Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Liana Penny mengatakan sekolah dapat memilih/foto:yuanda

BANUATODAY.COM,BANJAR – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat sejumlah sekolah di Kabupaten Banjar harus menyesuaikan kegiatan belajar mengajar.Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar memberikan kewenangan kepada masing-masing satuan pendidikan untuk menentukan pola pembelajaran sesuai kondisi kualitas udara di wilayahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, mengatakan sekolah dapat memilih tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM), mengundurkan jam masuk, maupun menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Jadi satuan pendidikan memang sudah diberikan keluasan kewenangan untuk menentukan PJJ atau PTM, atau mengundurkan jam masuknya,” ujar Liana usai rapat gabungan bersama DPRD Kabupaten Banjar, Senin (31/8/2026).

Hingga Senin, tercatat 273 satuan pendidikan telah mengajukan penyesuaian kegiatan belajar mengajar kepada Disdik Kabupaten Banjar

Di wilayah yang terdampak kabut asap dengan intensitas lebih ringan, sejumlah sekolah memilih menggeser jam masuk.

Salah satunya di Martapura. Menurut Liana, kondisi kualitas udara di wilayah tersebut dalam beberapa hari sebelumnya masih berada pada kategori sedang. Namun, kabut asap yang cukup tebal pada pagi hari membuat sekolah mengambil langkah antisipasi.

“Yang mengajukan pengunduran jam itu hanya di daerah-daerah yang sedikit terdampak. Contohnya Martapura, beberapa hari kemarin kabut asapnya agak tebal. Karena pagi hari masih lumayan, kebanyakan mengundurkan jam masuk menjadi pukul 09.00,” katanya.

Berbeda dengan Martapura, sekolah di sejumlah wilayah seperti Gambut, Kertak Hanyar, Sungai Tabuk dan Cintapuri lebih banyak memilih PJJ karena dampak kabut asap dinilai lebih tinggi.

Liana menegaskan, fleksibilitas tersebut diberikan agar sekolah dapat mengambil keputusan dengan cepat berdasarkan kondisi lingkungan masing-masing

Namun, keselamatan dan kesehatan peserta didik serta tenaga pendidik tetap menjadi pertimbangan utama.

“Dalam kondisi darurat seperti ini, saya mengimbau sekolah-sekolah lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik dan juga PTK-nya,” tegasnya.

Selain kegiatan pembelajaran, Disdik juga meminta sekolah berkoordinasi dengan pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila kegiatan belajar harus dialihkan menjadi daring.

“Untuk MBG, sampaikan ke dapurnya masing-masing bahwa ini memang kondisinya darurat,” ujarnya.

Disdik Kabupaten Banjar memastikan kebijakan pembelajaran akan terus disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara.

Sekolah diminta tidak memaksakan PTM apabila kondisi udara dinilai membahayakan kesehatan, sehingga proses belajar tetap dapat berlangsung tanpa mengorbankan keselamatan warga sekolah.(Yan/fsl)

Lebih baru Lebih lama