BANUATODAY.COM,BANJARMASIN— Mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Banjarmasin akibat kabut asap, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah melakukan kesiapannya dalam menangani para pasien.
Persiapan yang dlakukan seperti fasilitas kesehatan hingga tenaga medis difokuskan pada unit gawat darurat (UGD) maupun ruang perawatan rujukan.
Direktur RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin, dr. Fajar Sukma Nan Agung, menyampaikan bahwa seluruh fasilitas pelayanan darurat telah disiagakan untuk mengantisipasi pasien dengan keluhan pernapasan tingkat lanjut.
"Fasilitas di Unit Gawat Darurat (UGD) memang sudah disiapkan, baik untuk penanganan penyakit ISPA maupun penyakit-penyakit lainnya," ujar dr. Fajar.
Meski demikian, dr. Fajar menekankan bahwa sistem pelayanan kesehatan tetap mengedepankan alur rujukan berjenjang.
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) menjadi garda terdepan untuk pemeriksaan awal masyarakat yang mengalami gejala ISPA ringan hingga sedang.
"Pada prinsipnya, RSUD Sultan Suriansyah merupakan sarana rujukan, sehingga pemeriksaan pertama tetap dilakukan di Puskesmas. Apabila penyakit berlanjut, baru dirujuk ke kami," jelasnya.
Namun, alur tersebut dikecualikan bagi pasien yang berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan penanganan medis segera akibat paparan asap.
"Kecuali memang keadaan yang gawat darurat. Misalkan terjadi peningkatan kabut asap dan pasien merasa sesak seperti kondisi status asthmaticus atau asma kumat akibat asap itu bisa langsung datang ke rumah sakit," tegas dr. Fajar.
Sejauh ini, pihak RSUD Sultan Suriansyah mencatat belum ada lonjakan pasien rujukan ISPA yang signifikan di tingkat rumah sakit.
Sebagian besar penanganan kasus ISPA masih dapat diakomodasi dengan baik oleh Puskesmas-Puskesmas di wilayah Banjarmasin, sementara RSUD berfokus menangani pasien rujukan dengan kondisi komplikasi atau gejala berat.
Untuk mengantisipasi potensi lonjakan di masa mendatang, RSUD Sultan Suriansyah telah menyiapkan ketersediaan tempat tidur, sarana pendukung medis, serta kesiapan petugas kesehatan agar pelayanan tetap optimal.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, mengintegrasikan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan, dan segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat apabila mengalami gangguan pernapasan.(Yln/rdh)

