Trending

Buser 690 Petakan Sejumlah Wilayah Rawan Karhutla di Kabupaten Banjar

 

PETAKAN :Buser 690 Petakan Sejumlah Wilayah Rawan Karhutla di Kabupaten Banjar/foto:yuanda

BANUATODAY.COM,BANJAR — Sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar menjadi perhatian relawan Buser 690 karena dinilai rawan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar penanganan dapat segera dilakukan ketika muncul titik api.

Ketua Buser 690 Banjar, Hasan Hamdan, mengatakan pemetaan wilayah rawan terus dilakukan bersama relawan yang berada di lapangan. Beberapa daerah yang menjadi perhatian di antaranya Tungkaran, Gambut, Pematang, Melintang, Sungai Sipai, dan cindai alus.

“Ada, ada. Jadi pemetaan sampai hari ini yang selalu kita pantau itu di daerah Tungkaran, di daerah Gambut, Pematang, Melintang, juga di daerah Sungai Sipai, cindai alus, dan beberapa wilayah yang memang titiknya sangat rawan,” ujar Hasan.

Menurutnya, pemantauan tersebut penting karena kondisi karhutla saat ini tidak hanya berkaitan dengan kebakaran, tetapi juga kekeringan yang menyebabkan ketersediaan air untuk pemadaman menjadi kendala tersendiri.

“Kalau kendala banyak, selain karhutla kan kita juga kekeringan air, kesusahan air untuk pemadaman api itu tersendiri,” katanya.

Hasan menambahkan, kebutuhan perlindungan diri bagi relawan juga masih perlu diperkuat. Masker dan perlengkapan lainnya menjadi bagian penting untuk mendukung keselamatan petugas saat berada di lokasi kebakaran.

Di sisi lain, keterbatasan selang menjadi salah satu kendala yang paling dirasakan ketika api berada jauh di tengah lahan. Relawan membutuhkan sekitar 10–12 roll selang, sementara persediaan yang tersedia saat ini hanya sekitar empat roll.

“Kawan-kawan di lapangan itu memerlukan 10–12 roll selang untuk memadamkan. Nah, mereka ini hari ini memiliki selang cuma 4 roll, sehingga bekerjanya tidak maksimal,” tuturnya.

Hasan mengatakan, kondisi tersebut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara estafet antarpasukan BPK. Karena itu, ia berharap dukungan pemerintah dapat difokuskan pada penambahan sarana pemadaman dan perlengkapan keselamatan.

Meski demikian, ia menilai koordinasi dengan pemerintah daerah berjalan baik. Buser 690 terus berkoordinasi dengan BPBD, Damkar, dan Bupati Banjar dalam penanganan karhutla.

“Sinergitas kita sama pemerintah daerah luar biasa baik dan luar biasa nyaman. Artinya kita selalu berkoordinasi dengan BPBD, Damkar, dan Bupati langsung,” pungkasnya.(Yan/fsl)

Lebih baru Lebih lama