AMAN : Sekda Banjar H Yudi Andrea menjamin ketersediaan air baku di Kabupaten Banjar aman hingga Desember/foto:yuandaBANUATODAY.COM,MARTAPURA — Pemerintah Kabupaten Banjar memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menghadapi dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea, mengatakan, rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi momentum untuk mengevaluasi penanganan yang telah dilakukan sekaligus memperkuat sinergi antarpihak.
“Kita juga pada hari ini mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang selama ini kita laksanakan dari penetapan status kita, sehingga dalam penanganan juga kita dapatkan informasi-informasi,” ujar Yudi.
Dalam rakor tersebut, informasi kondisi cuaca turut disampaikan. Berdasarkan pemaparan BMKG, dampak angin kering akibat El Niño diperkirakan masih memengaruhi kondisi cuaca hingga awal 2027.
Namun, Yudi menegaskan, hal itu tidak berarti kekeringan akan berlangsung hingga tahun tersebut.
“Alhamdulillah tadi informasi juga meluruskan bahwa kekeringan kita ini tidak sampai di tahun 2027. Hanya efek El Niño, jadi angin kering yang akan terdampak dalam cuaca kita ini sampai di awal bulan tahun 2027,” katanya.
Yudi menyebut, puncak kekeringan diprediksi terjadi pada September. Kondisi tersebut diharapkan mulai bergeser pada Oktober, sebelum memasuki musim hujan pada November.
Selain cuaca, ketersediaan air baku juga menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan informasi dari pengelola Waduk Riam Kanan, ketersediaan air baku disebut cukup hingga Desember.
“Jadi ini agar juga menjadi informasi buat masyarakat agar air lebih tenang dan bahwa air baku kita ini untuk air minum yang digunakan oleh PDAM juga insya Allah terjaga,” jelasnya.
Sementara itu, perkembangan penanganan karhutla dilaporkan mulai menunjukkan penurunan. Informasi tersebut disampaikan oleh sejumlah pihak, mulai dari perusahaan sawit, pemerintah kecamatan, hingga aparat penegak hukum.
“Dari kawan-kawan dari perusahaan sawit, terus dari rekan-rekan kecamatan, rekan-rekan dari APH juga menyangkutkan dalam perkembangannya ini sudah mulai ada penurunan,” ungkap Yudi.
Pemerintah berharap kondisi tersebut terus membaik seiring datangnya musim hujan, sehingga penanganan karhutla di Kabupaten Banjar dapat segera berakhir.(Yan/fsl)
