Trending

Dari 120 Hektare Sawah di Sungai Rutas Tapin Hanya 30 Persen yang Bisa Panen

 

PANEN : Tidak semua petani di Sungai Rutas menikmati hasil panen/foto:istimewa

BANUATODAY.COM,RANTAU– Kemarau yang panjang membuat  pertanian padi di Desa Sungai Rutas Hilir, Kecamatan Candi Laras Selatan mengalami kegagalan panen yang parah, dimana dari sekitar 120 hektare lahan yang ditanami padi, hanya sekitar 30 persen yang masih bisa menikmati hasil panen.

Hal tersebut disampaikan Syahrani, aparat desa setempat. Ia mengatakan, gagal panen memang terjadi di tengah masyarakat akibat kondisi kemarau yang cukup panjang.

Menurutnya, lahan pertanian di Desa Sungai Rutas Hilir terbagi dalam dua zona, yakni kawasan Sungai Mastam atau wilayah seberang dan zona Sungai Kandang.

“Untuk Sungai Mastam sekitar 70 hektare, sedangkan Sungai Kandang sekitar 50 hektare. Totalnya sekitar 120 hektare,” jelasnya, Jumat (11/9/2026).

Dari luasan tersebut, tidak seluruh petani mampu menikmati hasil panen. Syahrani menyebut hanya sekitar 30 persen lahan yang masih menghasilkan, sementara sebagian besar lainnya mengalami gagal panen.

“Paling banyak yang bisa menikmati panen hanya 30 persen dari keseluruhan lahan yang ditanami. Sisanya tidak panen,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat petani mengalami kerugian. Sebab, biaya produksi seperti pembelian pupuk hingga kebutuhan lainnya sudah dikeluarkan sejak awal masa tanam.

Kerugian semakin terasa karena tanaman yang sudah dirawat dan menghabiskan biaya tidak mampu memberikan hasil yang sebanding.

Syahrani menyebut, kondisi tahun ini merupakan yang terparah dibandingkan musim sebelumnya. Kekeringan memang pernah menyebabkan sebagian tanaman petani tidak menghasilkan, tetapi skalanya tidak separah tahun ini.

“Kalau sebelumnya memang ada yang tidak panen, tetapi tidak banyak seperti tahun ini,” katanya.

Kondisi ini menjadi pukulan bagi petani di Desa Sungai Rutas Hilir. Selain kehilangan hasil produksi, mereka juga harus menanggung biaya yang telah dikeluarkan untuk mengolah lahan dan merawat tanaman.

Terlebih, sebagian petani mengandalkan hasil panen sebagai sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus modal pada musim tanam berikutnya.

Dengan luas lahan terdampak yang cukup besar, perhatian terhadap petani menjadi penting. Bantuan sarana produksi maupun dukungan untuk menghadapi musim tanam berikutnya diharapkan dapat membantu petani mengurangi beban akibat gagal panen tahun ini.(Frz/fsl)

Lebih baru Lebih lama