Trending

Dua Hotspot Terdeteksi, Karhutla Hanguskan Setengah Hektare Lahan di Pinangkara

 

PEMADAMAN:: Petugas gabungan bersama masyarakat melakukan pemadaman dan pendinginan lahan yang terbakar di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, HSU, Minggu (13/9) malam/foto:polsek amuntai

BANUATODAY.COM,AMUNTAI – Dua titik panas (hotspot) terdeteksi di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Minggu (13/9) malam. Petugas gabungan langsung bergerak melakukan pengecekan dan pemadaman setelah titik panas terpantau melalui aplikasi Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi).

Berdasarkan pantauan satelit SNPP-NASA, dua hotspot tersebut terdeteksi masing-masing pada pukul 17.00 dan 17.08 WITA dengan tingkat kepercayaan kategori medium.

Informasi itu langsung ditindaklanjuti personel Polsek Amuntai Tengah bersama tim penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melakukan pengecekan lapangan (ground check) menuju titik koordinat yang terdeteksi.

Kapolsek Amuntai Tengah bersama anggota, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, dan warga setempat turut terlibat dalam penanganan. Tim juga berkoordinasi dengan BPBD HSU, aparatur Desa Pinangkara, serta masyarakat sekitar untuk mempercepat proses pemadaman.

Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan, kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut yang kondisinya relatif lembap. Vegetasi di lokasi didominasi semak belukar, bondong, dan purun. Lahan tersebut merupakan kawasan Area Penggunaan Lain (APL).

Menurut keterangan aparatur Desa Pinangkara, api mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WITA. Pemadaman dilakukan secara manual lantaran sumber air di sekitar lokasi cukup terbatas.

“Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,5 hektare. Petugas bersama masyarakat terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api benar-benar tidak kembali menyala,” ujar Kasi Humas Polres HSU Iptu Asep Hudzainur mewakili Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto, Senin (14/9/2026)

Kerja sama petugas dan masyarakat membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.05 WITA. Namun, kepulan asap tipis masih terlihat di sejumlah bagian lahan sehingga petugas melanjutkan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas juga melakukan pemantauan lanjutan terhadap area terdampak guna memastikan kondisi benar-benar aman.

Asep menyampaikan imbauan Kapolres HSU agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun, terlebih saat kondisi cuaca berpotensi meningkatkan risiko karhutla.

“Peran aktif masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah dan melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan,” tambahnya.(Frz/fsl)

Lebih baru Lebih lama