BANUATODAY.COM,RANTAU -Setelah hampir tiga bulan tidak ada hujan, akhirya Kot Rantau dan sebagian daerah di Tapin diguyur hujan meski dengan intensitas sedang. Turunnya hujan menjadi menjadi kabar baik di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hujan mengguyur wilayah perkotaan Kabupaten Tapin, Senin (07/09)
Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor membenarkan turunnya hujan tersebut. Namun, hujan belum merata di seluruh wilayah Kabupaten Tapin.
“Untuk wilayah perkotaan saat ini hujan. Di daerah Bitahan juga hujan dengan intensitas sedang hingga ringan,” ujarnya.
Menurut Nor, berdasarkan perkiraan cuaca, peluang hujan juga masih terdapat di sejumlah wilayah Kabupaten Tapin. Di antaranya Kecamatan Candi Laras Utara (CLU) dan Candi Laras Selatan (CLS), meski tidak seluruh wilayah.
“CLU dan CLS ada potensi hujan, tapi sebagian. Karena wilayahnya nyambung dengan wilayah Daha di Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” jelasnya.
Ia mengatakan, kondisi hujan ini sesuai dengan perkiraan cuaca yang sebelumnya disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Peluang hujan ringan diperkirakan terjadi pada siang hingga sore hari.
Kondisi tersebut menjadi kabar positif bagi upaya penanganan karhutla di Tapin. Terlebih, wilayah ini sebelumnya menghadapi kondisi kemarau yang meningkatkan kerawanan kebakaran.
Meski hujan turun, BPBD Tapin tetap meminta masyarakat tidak lengah. Kesiapsiagaan dan pemantauan terhadap wilayah rawan kebakaran tetap dilakukan.
“Memang ada peluang hujan ringan dari BMKG, terutama siang dan sore. Tapi kita tetap waspada, karena es hujan belum merata,” pungkasnya.(Frz/rdh)

