PEMBUKAAN : Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hijrah, Drs. KH. Muhammad Nasrul Mahmudi saat membuka Kemah Bahasa Arab 2026./foto :yuandaBANUATODAY.COM,BANJAR – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan berkumpul di Kabupaten Banjar dalam Kemah Bahasa Arab 2026. Bukan hanya berkompetisi, kegiatan ini menjadi ruang bertemunya mahasiswa untuk mempererat silaturahmi, bertukar gagasan dan membangun jejaring antarperguruan tinggi.
Kemah Bahasa Arab 2026 digelar Ittihadu Thalabati al-Lughah al-‘Arabiyah bi Indonesia atau Perkumpulan Pelajar Bahasa Arab Indonesia (ITHLA) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) VI Kalimantan bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab STIT Darul Hijrah Martapura.
Pembukaan berlangsung di Aula Pondok Darul Hijrah Cindai Alus, Martapura, Kabupaten Banjar, Jumat (25/9/2026). Kegiatan dibuka Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hijrah, Drs. KH. Muhammad Nasrul Mahmudi, dan diikuti sekitar 125 peserta.
Ketua Umum ITHLA DPW VI Kalimantan, Muhammad Ridhani Fitri, mengatakan kegiatan tersebut mempertemukan mahasiswa pendidikan bahasa Arab dari berbagai daerah di Kalimantan.
“Alhamdulillah kegiatan Kemah Bahasa Arab ini dihadiri mahasiswa pendidikan bahasa Arab se-Kalimantan dari tujuh instansi,” katanya.
Tujuh perguruan tinggi yang berpartisipasi yakni UIN Antasari Banjarmasin, STIT Darul Hijrah Martapura, IAI Darul Ulum Kandangan, STIQ Rakha Amuntai, UINSI Samarinda, IAIN Pontianak dan UIN Palangkaraya.
Menurut Ridhani, rangkaian kegiatan berlangsung sekitar empat hari, dengan kegiatan inti selama dua hari. Peserta tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga berbagai agenda yang dirancang untuk memperkuat hubungan antarmahasiswa.
Ketua Panitia ITHLA DPW VI Kalimantan Selatan, Muhammad Sulaiman Badali, menjelaskan Kemah Bahasa Arab merupakan agenda tahunan ITHLA yang dikemas melalui berbagai kegiatan akademik dan nonakademik.
“Tahun ini kami menyediakan sekitar 11 cabang lomba. Ada yang akademik dan ada juga nonakademik,” ujarnya.
Untuk kategori akademik, peserta mengikuti sejumlah perlombaan seperti Gina’ Araby, Khitobah Arabiyah, Insya, Imla dan pembuatan teks berbahasa Arab.
Sementara kategori nonakademik dijadwalkan berlangsung di kawasan Alam Roh, Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan. Peserta juga akan mengikuti kemah bahasa Arab pada malam Sabtu dan malam Minggu yang dirangkai dengan agenda penutupan.
“Kalau untuk yang nonakademik insyaallah dilaksanakan di Alam Roh. Ada tarik tambang, tebak kosakata bahasa Arab dan beberapa kegiatan lainnya,” jelas Sulaiman.
Wakil Ketua I DPP ITHLA Indonesia, Said Taufiqurahman Bahsim, mengatakan Kemah Bahasa Arab merupakan salah satu agenda besar ITHLA yang dilaksanakan setiap tahun di masing-masing wilayah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada perlombaan. Pertemuan mahasiswa dari berbagai kampus justru menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman dan mengembangkan pembelajaran bahasa Arab.
“Tujuan utamanya memang untuk mewadahi bagaimana bahasa Arab ini atau mahasiswa bahasa Arab bisa berkembang, bisa tukar pikiran antarinstitusi dan bisa bersilaturahmi,” katanya.
Dengan mempertemukan mahasiswa dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Barat, Kemah Bahasa Arab 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarkampus.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar di luar kelas, berkompetisi secara sehat sekaligus membawa pulang pengalaman dan gagasan baru yang dapat dikembangkan di perguruan tinggi masing-masing.(Yan/fsl)
