BANTUAN: Gubernur Kalsel Muhidin menyatakan bantuan pribadi Rp5 juta untuk masing-masing 108 korban selamat dari insiden Virgo Transpot 8/ foto:adpimBANUATODAY.COM,BANJARMASIN- Secara pribadi Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin menyiapkan bantuan Rp5 juta untuk masing-masing korban selamat KM Virgo Transport 8. Bantuan ditujukan untuk 108 korban selamat dari 114 korban yang telah dievakuasi.
“Selain bantuan dari Jasa Raharja, maka gubernur secara pribadi memberikan Rp5 juta untuk seluruh yang selamat. Jadi dikalikan saja 108 orang,” kata Muhidin, di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Rabu (16/09)
Artinya, total bantuan yang disiapkan mencapai Rp540 juta. Muhidin menyampaikan bantuan itu setelah mengunjungi Hotel Kharisma Banjarmasin hari ini.Bantuan tersebut tidak dibatasi untuk keperluan tertentu.
Korban dapat menggunakannya untuk membeli tiket pulang atau memenuhi kebutuhan lain setelah meninggalkan tempat penampungan.
“Dia mau pulang terserah, mau tinggal terserah, mau kerja di sini terserah. Yang penting kalau pulang, dia bisa beli tiket sendiri,” jelas Muhidin.
Muhidin juga memberi perhatian khusus kepada korban yang hendak kembali ke Flores.
Menurutnya,ongkos perjalanan dari Surabaya menuju Flores membutuhkan biaya tambahan karena terdapat perjalanan lanjutan atau transit.
Ia memperkirakan tiket menuju Surabaya sekitar Rp1 juta. Sisa bantuan Rp4 juta dapat digunakan untuk melanjutkan perjalanan, sementara jika biaya menuju Flores masih kurang, Muhidin menyatakan akan menanggungnya.
“Karena ada ke Surabaya dulu, untuk ke Flores maka akan kita tanggung lagi karena akan lebih mahal,” jelasnya.
Muhidin menegaskan fokus bantuan tersebut diarahkan kepada korban yang telah selamat.
Ia berharap mereka dapat segera kembali ke daerah asal atau menentukan pilihan untuk melanjutkan aktivitas di Banjarmasin.
Sementara itu, di Pelabuhan Trisakti, Muhidin juga datang untuk melihat perkembangan pencarian korban KM Virgo Transport 8.
Ia menyebut Basarnas masih mengupayakan pencarian, termasuk kemungkinan penyelaman ke lokasi kapal.
Dari unsur Lanal Banjarmasin, kata Muhidin, terdapat informasi mengenai upaya penyelaman terlebih dahulu.
Sedangkan proses penarikan bangkai kapal masih akan diupayakan setelah melihat kondisi di lokasi.
“Dari Lanal ada informasi upaya penyelaman dulu. Kalau penarikan nanti akan diusahakan,” pungkasnya.(Yln/fsl)
