![]() |
| PENGURUS: Partai Ummat kukuhkan pengurus baru 2025-2030/Foto Instagram partaiummatsumutofficial |
BANUATODAY.COM, JAKARTA – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Ummat mengukuhkan susunan kepengurusan baru periode 2025–2030 dalam agenda deklarasi dan konferensi pers di Grand Cafe, Hotel Grand Hyatt Jakarta, Jalan M.H. Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).
Dalam kepengurusan baru tersebut, Ansufri Idrus Sambo ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP Partai Ummat. Sementara Heikal Safar dipercaya menjabat sebagai Ketua Harian dan Muhammad Sadiq Thalib sebagai Sekretaris Jenderal pada Sabtu (26/9/2026).
Penetapan susunan tersebut mengacu pada Keputusan Majelis Syuro Partai Ummat Nomor 59 Tahun 2026 tentang Susunan Struktur Pengurus DPP Partai Ummat periode 2025–2030. Keputusan itu ditetapkan di Jakarta pada 18 September 2026.
Pergantian kepengurusan dilakukan setelah Ketua Umum sebelumnya, Ridho Rahmadi, dan Sekretaris Jenderal Taufik Hidayat mengajukan pengunduran diri. Menurut Heikal Safar, Majelis Syuro Partai Ummat kemudian melakukan penataan kembali struktur kepengurusan di tingkat pusat.
Ansufri Sambo mengatakan, kepengurusan baru tersebut bukan hanya berkaitan dengan perubahan susunan nama, tetapi juga diharapkan membawa perubahan dalam cara berpikir, bekerja dan menjalankan perjuangan organisasi.
Ia mengajak jajaran pengurus baru untuk mengedepankan budaya pengabdian serta memperkuat kerja sama di dalam organisasi.
“Yang baik kita lanjutkan, yang kurang kita perbaiki, yang belum ada kita bangun bersama,” ujar Ansufri dalam pidatonya.
Ansufri juga menyampaikan bahwa penyegaran kepengurusan perlu diikuti dengan perubahan budaya organisasi. Ia menekankan pentingnya peralihan dari budaya menunggu menjadi bekerja, serta dari ketergantungan terhadap tokoh menuju penguatan nilai dan sistem organisasi.
Sementara itu, Heikal Safar mengatakan agenda jangka pendek setelah pengukuhan adalah melakukan konsolidasi nasional. Konsolidasi tersebut akan dilakukan mulai dari jajaran pengurus pusat hingga struktur partai di daerah.
Menurut Heikal, langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat struktur organisasi, menggerakkan mesin partai serta memperluas jaringan kerakyatan sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik nasional, termasuk Pemilu 2029.
Dalam susunan teras kepengurusan baru tersebut, Prof. Dr. Muhammad Amien Rais tetap tercatat sebagai Ketua Majelis Syura. Sementara M.S. Kaban menjabat Wakil Ketua Majelis Syura.
Adapun jajaran lainnya terdiri dari Sri Esti S. Apung sebagai Bendahara Umum, Buni Yani sebagai Ketua Komisi Komunikasi Publik, serta Nofalia Heikal Safar sebagai Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi.
Dengan terbentuknya susunan kepengurusan baru, Partai Ummat selanjutnya memfokuskan agenda organisasi pada konsolidasi internal dan penguatan struktur hingga tingkat daerah. (naz/fsl)

