Trending

Realisasi APBD Banjar, Baru 60,79 Persen, OPD Diminta Percepat Serapan Anggaran

 

ABPD :Sekda Banjar H Yudi Andrea pada Rapat Evaluasi Progres dan Percepatan Kegiatan Pembangunan Periode Agustus 2026/foto:yuanda

BANUATODAY.COM,MARTAPURA – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banjar hingga akhir Agustus 2026 masih berada di bawah target. Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Banjar dalam evaluasi progres pembangunan.

Berdasarkan evaluasi per 31 Agustus 2026, realisasi keuangan APBD Kabupaten Banjar baru mencapai 60,79 persen dari target 78,82 persen. Sementara realisasi fisik berada di angka 72,75 persen dari target 79,86 persen.

Capaian tersebut dibahas dalam Rapat Evaluasi Progres dan Percepatan Kegiatan Pembangunan Periode Agustus 2026 yang digelar Bagian Administrasi Pembangunan Setda Banjar di Aula Barakat Martapura, Selasa (15/9/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar H Yudi Andrea meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak hanya mengejar serapan anggaran, tetapi juga memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target.

Menurutnya, pengendalian dan evaluasi pembangunan merupakan bagian dari pertanggungjawaban bersama terhadap penggunaan anggaran daerah.

“Karena itu, data yang disampaikan harus akurat, tepat waktu dan sesuai kondisi riil di lapangan,” tegas Yudi.

Ia meminta OPD lebih disiplin melakukan penginputan data serta melaksanakan monitoring dan evaluasi secara rutin setiap bulan.

OPD juga diminta segera menyusun rencana aksi, menyelesaikan hambatan dalam proses pengadaan, memprioritaskan paket strategis daerah, serta memperkuat koordinasi agar kegiatan yang belum berjalan dapat segera dituntaskan.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Banjar Heru Setiawan menjelaskan, evaluasi dilakukan untuk mengetahui perkembangan realisasi fisik dan keuangan setiap bulan.

Selain itu, rapat menjadi sarana memantau paket strategis serta perkembangan belanja APBD, khususnya kegiatan pengadaan barang dan jasa.

Pemkab Banjar berharap langkah percepatan tersebut dapat mendorong realisasi pembangunan sekaligus memastikan penggunaan anggaran daerah berjalan efektif, tepat waktu dan akuntabel.(Yan/fsl)

Lebih baru Lebih lama