Trending

Ribuan Ikan Nila Mat Akibat Kemarau Panjang di HST

 

TERDAMPAK: Ribuan ikan mati di kolam milik Pembudidaya di HST./foto:istimewa

BANUATODAY.COM,BARABAI – Musim kemarau mulai memukul pembudidaya ikan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Salah satu yang terdampak cukup parah adalah Pokdakan Raudatul Ulum Mubarak di Desa Pemangkih Seberang, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU).

Sebanyak sekitar 8.000 ekor ikan nila milik kelompok tersebut mati akibat meningkatnya suhu air kolam selama cuaca panas.

Misera, anggota Pokdakan Raudatul Ulum Mubarak, mengatakan sebelumnya terdapat sekitar 10.000 ekor bibit nila yang dibudidayakan menggunakan kolam terpal.

Namun, kondisi cuaca panas membuat suhu air meningkat. Hingga akhirnya, sekitar 8.000 ekor ikan mati dan hanya menyisakan sekitar 2.000 ekor.

“Yang mati sekitar 8.000 ekor. Awalnya ada 10.000 ekor, sekarang tersisa sekitar 2.000 ekor,” katany, Sabtu (20/9/2026)

Akibat kematian ribuan ikan tersebut, kelompok pembudidaya belum menghitung secara pasti total kerugian yang dialami.

“Untuk kerugian, belum dihitung,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) HST melalui Kabid Perikanan, Syaifuddin Noor, mengatakan dampak kemarau juga dirasakan sejumlah kelompok pembudidaya ikan lainnya.

Hingga kini, sedikitnya empat pokdakan telah melaporkan terdampak kondisi cuaca panas dan kekeringan.

“Untuk sementara, ada empat kelompok yang sudah melaporkan terdampak. Dampaknya berbeda, ada kolam yang mengalami kekeringan dan ada juga ikan yang mati karena suhu air meningkat,” ujarnya, Minggu (20/9/2026).

Selain Pokdakan Raudatul Ulum Mubarak, dampak kemarau juga dirasakan Pokdakan Awang Maju Bersama di Desa Jamil dan Pokdakan Anugerah Tatah Makmur di Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS).

Kedua kelompok tersebut membudidayakan ikan gabus atau haruan menggunakan kolam tanah. Kemarau membuat debit air semakin berkurang hingga mengganggu kegiatan budidaya.

Sementara itu, Pokdakan Mufakat di Desa Mahang Baru, Kecamatan LAS, juga terdampak. Kelompok tersebut membudidayakan ikan haruan menggunakan kolam tanah.

Selain suhu kolam yang meningkat, kelompok tersebut juga mengalami kesulitan mendapatkan air selama cuaca panas.

Syaifuddin menjelaskan, dampak kemarau terhadap pembudidaya ikan bergantung pada jenis kolam yang digunakan.

“Kalau kolam tanah, kendalanya air yang semakin berkurang karena kekeringan. Sedangkan pada kolam terpal, cuaca panas membuat suhu air meningkat sehingga bisa menyebabkan ikan mengalami kematian,” jelasnya.(frz/rdh)

Lebih baru Lebih lama