Trending

Lima Bangunan dan Empat Motor Ludes Dilalap Api di Kawasan Kebun Bunga

 

TERBAKAR: Bangkai puing dan motor tak bersisa usai dilalap si jago merah.//foto:ana

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN– Tidak hanya karhutla yang menjadi ancaman masyarakat, kebakaran rumah pun kini mulai sering terjadi di Banjarmasin,, terbaru kebakaran menghanguskan sejumlah bangunan di Jalan Pandu, Gang Damai dan Gang V RT 19, Kelurahan Kebun Bunga, Banjarmasin Timur, Kamis (03/09).

Sedikitnya lima bangunan terdampak dalam kejadian tersebut. Di antaranya rumah tinggal, rumah bedakan dua pintu dan indekos mahasiswa.

Tak hanya bangunan, empat unit sepeda motor jenis matik juga ikut terbakar. Api diduga pertama kali muncul dari rumah bedakan yang saat kejadian ditinggalkan penghuninya.

Informasi warga menyebutkan, penghuni rumah bedakan sedang pergi karena menghadiri hajatan perkawinan keluarganya di kawasan Kelayan.

Kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan bedakan. Sejumlah sepeda motor milik penghuni pun tak sempat diselamatkan.

Api bahkan merembet ke dua sepeda motor yang berada di garasi rumah milik H Fauzi (47) dan Ramlah (45). Rumah mereka berada di seberang, berjarak sekitar lima meter dari bangunan yang terbakar.

Beruntung, bangunan rumah Fauzi dan Ramlah merupakan bangunan permanen. Meski demikian, bagian kaca pecah, AC serta pintu mengalami kerusakan akibat kobaran api.

Ramlah mengaku saat kejadian dirinya berada di dalam rumah. Ia kemudian mendengar suara seperti benda terbakar.

"Begitu buka pintu langsung melihat kobaran api yang besar. Langsung saya berpikir menyelamatkan diri. Balik lagi ke dalam rumah dan keluar lewat samping," ceritanya.

Dua sepeda motor yang terparkir di garasi pun terpaksa ditinggalkan. Ramlah mengaku tak berani mendekat karena api semakin membesar.

"Kobarannya sangat besar lalu menjalar ke arah motor. Padahal cukup jauh, sekitar lima meter kami berseberangan rumah. Karena apinya besar lalu mengenai motor kami," ujarnya.

Saat kejadian, suaminya sedang menjalankan dinas malam. Kondisi itu membuat Ramlah hanya memikirkan keselamatan dirinya. "Yang saya pikirkan menyelamatkan diri saja," katanya.

Sementara itu, Nahar (22), salah seorang penghuni indekos mahasiswa yang bangunannya ikut terdampak, mengaku masih terjaga ketika kebakaran terjadi.

Indekos mahasiswa tersebut berada persis di samping rumah bedakan yang diduga menjadi titik awal api.

"Kebetulan saya belum tidur jam segitu. Beberapa kawan sudah ada yang tidur. Saya kaget mendengar bunyi ledakan kecil. Dari situ saya tahu kalau ada kebakaran, dan sejurus itu api semakin membesar, tak bisa diatasi sama sekali," kisah Nahar, mahasiswa asal Kotabaru.

Nahar bersama sejumlah rekannya yang masih terjaga kemudian membangunkan penghuni lainnya. Mereka berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dan perlengkapan kuliah.

"Kami keluarkan barang-barang dan beberapa selamat. Kasur tak sempat," katanya.

Tak berselang lama, sejumlah relawan pemadam kebakaran berdatangan ke lokasi. Beruntung, sumber air masih tersedia tak jauh dari lokasi sehingga proses pemadaman dapat dilakukan.

Nahar mengaku tidak mengetahui secara pasti benda apa yang pertama kali terbakar.

"Saya tidak tahu apa yang meletup itu, apakah kulkas atau apa, tidak melihat. Tapi asal api dari rumah bedakan yang ditinggal ke acara kawinan," ujarnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Banjarmasin H Husni Thamrin mengatakan, terdapat lima bangunan yang terdampak kebakaran. Terdiri dari rumah tinggal, rumah bedakan dan indekos mahasiswa.

"Yang terdampak dihuni tujuh kepala keluarga dengan 23 jiwa," jelas Husni.

Ia menyebut, tidak ada kendala berarti dalam proses penanganan kebakaran. Akses menuju lokasi juga masih dapat dilalui armada dan relawan pemadam kebakaran, dengan lebar jalan sekitar lima meter.

" Sementara penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan.Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka," pungkasnya.(Yln/rdh)

Lebih baru Lebih lama