EVAKUASI: Tiga jenazah korban KM Virgo Transport 8 tiba di Bandara Syamsudin Noor dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin.//foto :Lanal Banjarmasin BANUATODAY.COM,BANJARMASIN– Tiga jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 berhasil dievakuasi tim SAR gabungan di kawasan Laut Jawa, Selasa (22/09).Proses evakuasi melibatkan unsur TNI Angkatan Laut dan Basarnas. Ketiga jenazah kemudian dibawa menggunakan Helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas menuju Bandara Syamsudin Noor.
Sekitar pukul 13.06 Wita, helikopter yang membawa ketiga jenazah tiba di apron Bandara Syamsudin Noor. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Banjarmasin untuk penanganan dan proses identifikasi.
Hingga saat ini, identitas maupun jenis kelamin ketiga korban belum diketahui.
Dalam operasi tersebut, Lanal Banjarmasin turut memperkuat unsur SAR di lapangan. Dua personel ditempatkan di atas kapal utama KN SAR Pacitan, yakni Serda Keu Mohamad Rido Saifulloh dan Kls Bah Muh. Qamri.
Keduanya bertugas membantu koordinasi antara unsur laut dan udara serta memperlancar komunikasi selama proses pencarian dan evakuasi.
Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra mengatakan, pihaknya terus bersinergi dengan tim SAR gabungan dalam proses evakuasi korban.
"Kami berkomitmen penuh dan terus bersinergi dengan Tim SAR gabungan dalam setiap tahapan evakuasi. Koordinasi taktis secara real-time terus kami lakukan dengan Posko Pengendali Operasi SAR agar operasi berjalan aman dan terarah," ujarnya.
Menurut Galih, kondisi cuaca perairan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan selama operasi berlangsung. Karena itu, koordinasi antarpersonel terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.
Helikopter Basarnas dalam misi evakuasi tersebut diterbangkan pilot utama Kapten Laut (P) M. Dimas Andromeda bersama Co-Pilot Kapten Laut (P) Virnanda Steffy.
"Sinergi unsur TNI AL dan Basarnas ini dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi korban KM Virgo Transport 8 yang masih menjadi bagian dari operasi SAR di Laut Jawa,"tutup Galih.(Yln/fsl)
