BANUATODAY.COM,BARITO KUALA - Dosen tidak hanya berada di meja meneliti, tetapi harus mengabdi atau berdampak kepada masyarakat. Untuk itu, Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin bersama Universitas PGRI Kalimantan (UPK) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Anjir Serapat Muara 1, Kabupaten Barito Kuala, Kamis (17/09).
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT, Prof. Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D. Ia menyampaikan bahwa tujuan utama dari PKM ini adalah untuk membaurkan akademisi dari perguruan tinggi dengan masyarakat guna menciptakan pemberdayaan yang nyata.
"Tujuannya adalah untuk memberdayakan masyarakat menjaga lingkungan, seperti pengelolaan pembakaran sampah, serta menggiatkan potensi pariwisata dan ekonomi. Misalnya dari sektor wisata, kita dorong paket wisata dan tarian daerah untuk menarik minat wisatawan. Selain itu, ada juga produk makanan olahan ikan seluang. Kita berharap dengan kehadiran PKM ini, ekonomi masyarakat bisa semakin meningkat," ujarnya.
Direktur UT Banjarmasin, Ir. Mochamad Priono, M.Si., menambahkan bahwa kegiatan pembinaan di Desa Anjir Serapat Muara 1 ini sudah berjalan sekitar tiga bulan. Ada tiga fokus utama yang digarap, yakni pengelolaan sampah plastik yang ramah lingkungan, pengembangan ekowisata, dan pengembangan UMKM.
"Kita terus berusaha menyempurnakan kegiatan ini. Harapannya, tahun depan kawasan ini bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat Kalimantan Selatan untuk menikmati ekowisata di pesisir Sungai Barito," terangnya.
Mengenai kolaborasi lintas kampus, Priono menyebutkan bahwa langkah menggandeng UPK diambil untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang ada. "Kita sama-sama berkolaborasi mengembangkan kegiatan ini agar bermanfaat dalam menggerakkan ekonomi warga. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan Kemdiktisaintek agar semua universitas itu berdampak bagi masyarakat," tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UPK, Dr. Alimudin A. Jawad, M.Hum., memastikan bahwa program-program yang dibawa oleh akademisi selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik desa sasaran.
"Insyaallah ke depan akan terus berlanjut dengan bidang-bidang lain. Kita melihat potensi desa di sini, kemudian menentukan akademisi dan bidang ilmu seperti apa yang paling cocok untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di hadapan masyarakat Anjir Serapat," paparnya.
Sementara itu, Kepala Desa Anjir Serapat Muara 1, Kasyful Anwar, menyambut antusias dan mengapresiasi penuh program pengabdian ini. Menurutnya, pendampingan dari perguruan tinggi memberikan dampak positif langsung, terutama bagi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan ibu-ibu PKK yang didominasi oleh ibu rumah tangga.
Kasyful mencontohkan, mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan sehingga tangkapan ikan seluang sering kali melimpah. Sayangnya, saat hasil tangkapan berlimpah, harga jual ikan seluang segar kerap anjlok dari Rp20 ribu menjadi hanya Rp10 ribu per kilogram.
"Dengan adanya inovasi pembuatan keripik seluang dan keripik pisang, ini bisa menambah nilai jual produk kami. Semoga ke depannya warga kami terus dibina, termasuk didampingi untuk mengurus perizinan usaha dan sertifikat halal," tuturnya.(Yln/rdh)

