Trending

Tingkatkan Kualitas Kopi, DKPPP Berangkatkan Petani Kopi Tabalong ke Jember

 

BELAJAR :Para petani kopi Tabalong saat berada di Puslitkoka Jember./Foto  : DKPPP Tabalong 

BANUATODAY.COM,TANJUNG -  Kelompok tani pembudidaya kopi di Tabalong diberangkatkan ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) Jember Jawa Timur. 

Keberangkatan dalam rangka menambah wawasan itu diikuti kelompok tani di tiga desa, terdiri dari Desa Lokbatu, Desa Santuun, dan Muara Uya. 

Mereka yang berangkat membawa produk kopi masing-masing, untuk dilakukan pemeriksaan kualitas.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKPPP) Kabupaten Tabalong, Anik Patsih Wati mengatakan mereka dipahamkan standar mutu kopi saat proses pascapanen.

"Petani kita sudah ada yang berproduksi, tetapi standar mutunya masih belum dipahami," ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Dalam pelatihan mereka juga diberi pengetahuan tentang teknik budidaya,  pengolahan pascapanen, hingga proses roasting dan brewing. 

Pelajaran paling utama dalam dunia pemasaran kopi adalah kadar air dan ukuran buah kopi yang harus 7 sampai 7,5 milimeter dengan sebutan grade A. "Kadar air kopi Tabalong masih tinggi," jelasnya. 

Kadar air standar minimal berada di angka 12 persen. Sementara kopi Tabalong diatasnya. Masalahnya, karena petani tidak memiliki alat pengukur kadar air sebagaimana yang dimiliki Puslitkoka.

"Tapi kami upayakan agar mereka mendapatkan bantuan alat pengukur kadar air. Harganya juga tidak mahal," terangnya. 

Untuk ukuran pada kualitas grade B atau diukuran 6 sampai 6,5. Belum mencapai grade A. "Masalah ukuran ini karena kekurangan pupuk. Seharusnya dua kali setahun," imbuhnya. 

Dengan semua pengetahuan dari Puslitkoka itu, petani kopi Tabalong diharapkan dapat mengembangkan kualitas produksinya. Sebab, kopi memiliki prospek tinggi karena kebutuhan pasar terhadap bahan baku kopi cukup tinggi.

"Pasar kopi Tabalong memiliki prospek bagus. Kebutuhan lokal saja masih kekurangan. Tapi, kami juga mengupayakan adanya perluasan pasar hingga keluar daerah," jelasnya. 

Keberangkatan beberapa orang anggota kelompok tani itu terjadi belum lama tadi. Mereka terpilih setelah mengajukan permohonan. (frz/dh)

Lebih baru Lebih lama