Trending

Udara Banjarmasin Memburuk,PJJ Kembali Diperpanjang

 

DIPERPANJANG: Kualitas udara memburuk, PJJ kembali diperpanjang hingga 23 September/foto:dok

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN – Kualitas udara memburuk,pembelajaran di sekolah Kota Banjarmasin kembali harus menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kualitas udara yang memburuk akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Dinas Pendidikan memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), Minggu (20/9/2026) pukul 06.00 WITA, angkanya menembus 859. Kondisi tersebut masuk kategori berbahaya. Karena itu, Disdik Banjarmasin memperpanjang PJJ bagi seluruh satuan pendidikan. Kebijakan berlaku mulai Senin hingga Rabu (21-23-9/2026).

“Dengan angka ISPU yang sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, khususnya pada anak usia sekolah,” ujar Kepala Disdik Banjarmasin Ryan Utama, Minggu (21/9/2026).

Menurut Ryan, keputusan memperpanjang PJJ bukan semata kebijakan Disdik. Langkah tersebut merupakan hasil koordinasi bersama Tim Satuan Tugas Dampak Karhutla Kota Banjarmasin. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk menentukan langkah menghadapi kondisi udara yang kembali memburuk.

Meski siswa kembali belajar dari rumah, Ryan meminta sekolah tidak menjadikan PJJ sebagai beban tambahan bagi peserta didik maupun orang tua.

“Kami juga menekankan agar pelaksanaan PJJ dilakukan secara bijak. Selain itu juga adaptif dan tidak membebani peserta didik maupun orang tua,” katanya.

Ryan memahami kebijakan tersebut kembali mengganggu aktivitas pembelajaran tatap muka yang sebelumnya sempat dijalankan. Namun, menurutnya, keselamatan dan kesehatan peserta didik tidak bisa ditawar.

“Kami memahami kondisi ini tidak mudah bagi semua pihak. Namun keselamatan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selama PJJ, satuan pendidikan diminta tetap memastikan proses pembelajaran berjalan. Guru dan sekolah diharapkan menyesuaikan metode belajar dengan kondisi peserta didik selama berada di rumah.

Disdik juga akan terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala. Jika kondisi membaik secara signifikan, pola pembelajaran akan kembali disesuaikan.

“Kami mengajak seluruh satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan mematuhi imbauan. Kemudian memastikan proses belajar tetap berjalan dengan baik meskipun dalam keterbatasan,” pungkas Ryan.(yln/fsl)

Lebih baru Lebih lama