PMR : Wabup Banjar saat memberikan penghargaan kepada pememang lomba pertolongan pertama PMR tingkat Madya/foto :yuandaBANUATODAY.COM,MARTAPURA – Sebanyak 13 sekolah tingkat SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Banjar mengikuti Lomba Pertolongan Pertama Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Madya yang digelar di Kampus 1 STIKES Intan, Martapura.
Sebanyak 78 peserta yang tergabung dalam 13 tim ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI).
Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi secara resmi membuka kegiatan tersebut. Ia menilai lomba pertolongan pertama bukan sekadar ajang adu keterampilan, tetapi juga menjadi sarana membentuk generasi muda yang tanggap menghadapi situasi darurat.
Menurutnya, kondisi darurat medis dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, kemampuan memberikan pertolongan awal sangat penting untuk membantu korban sebelum mendapatkan penanganan tenaga medis profesional.
“Pertolongan pertama bukan sekadar hafalan teori di kelas atau kecepatan menangani luka, melainkan tentang ketenangan, kecepatan, serta kesiapsiagaan dalam memberikan bantuan awal sebelum tindakan medis profesional tiba,” ujarnya.
Habib Idrus menegaskan, pembinaan PMR juga berperan dalam menanamkan nilai kepedulian, kedisiplinan, kemandirian, dan semangat saling membantu di kalangan pelajar.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan perlombaan untuk mengukur hasil latihan sekaligus meningkatkan kemampuan yang telah dipelajari di sekolah masing-masing.
Kendati demikian, ia mengingatkan agar peserta tidak hanya mengejar kemenangan dan piala. Pengalaman, keberanian mencoba, serta persahabatan antarpeserta juga menjadi bagian penting dari perlombaan.
“Bertandinglah secara jujur, junjung tinggi sportivitas, jaga kesehatan dan saling mendukung satu sama lainnya,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Banjar Nova Yuliana Sari mengatakan, lomba pertolongan pertama PMR merupakan kegiatan rutin tahunan yang bertujuan membentuk generasi muda berjiwa penolong.
Ia berharap anggota PMR semakin terampil memberikan pertolongan pertama dan memiliki kepedulian terhadap sesama, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan tidak hanya memahami teori pertolongan pertama, tetapi juga mampu menerapkan keterampilannya secara tepat ketika menghadapi keadaan darurat.(Yan/fsl)
