BANUATODAY.COM,BANJARBARU-Pipa transmisi utama air baku diameter 1.200 mm di Desa Mandikapau bocor,kondisi ini membuat Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula bergerak cepat menangani kebocoran pipa transmisi utama air baku berdiameter 1.200 milimeter di wilayah Sei Landas, Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.
Kepala BPAM Banjarbakula Siddiq Wahyu Pamungkas mengungkapkan, indikasi kebocoran terdeteksi pada Jumat (9/10) sekitar pukul 20.20 WITA. Begitu titik kerusakan teridentifikasi, petugas langsung mematikan pompa Intake Mandikapau dan menutup sejumlah valve pendukung guna mencegah kerusakan meluas.
"Hari ini kami melakukan persiapan pekerjaan dan menunggu alat berat ekskavator tiba di lokasi. Untuk material dan suku cadang perbaikan, alhamdulillah sudah siap," ujar Wahyu, Sabtu (10/10).
Petugas menyiagakan sejumlah material teknis, termasuk ripper clamp, untuk menambal kerusakan pipa raksasa tersebut.
Estimasi penanganan selama 5–10 hari dihitung berdasarkan tahapan pekerjaan teknis di lapangan hingga sistem transmisi dinyatakan aman untuk mengalirkan air kembali.
Guna menjaga keberlanjutan pasokan air baku selama masa perbaikan, BPAM Banjarbakula mengoperasikan Intake Darurat dengan kapasitas debit sekitar 120 liter per detik.
Pengoperasian ini menjadi tumpuan sementara untuk meminimalkan dampak gangguan pasokan ke pelanggan.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, BPAM Banjarbakula telah mengajukan usulan revitalisasi pipa air baku ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR.
Langkah ini diproyeksikan terealisasi pada 2027 mendatang untuk mengganti infrastruktur pipa yang rawan bocor.
Pihak BPAM Banjarbakula menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dan berkomitmen menyelesaikan perbaikan secepat mungkin agar distribusi air dapat kembali normal.(Yan/fsl)

