PESISIR :Pencarian korban KM Virgo Transport 8 oleh tim SAR di tiga wilayah lintas provinsi yakni Kalsel, Kalteng, dan Kalbar yang terpusat pada permukaan air dan pesisir/foto:basarnasBANUATODAY.COM,BANJARMASIN – Dua jenazah korban KM Virgo Transport 8 kembali teridentifikasi pada Sabtu (3/10/2026). Keduanya merupakan warga Jawa Timur dan telah dipulangkan kepada keluarga,sehingga total ada 65 jenazah yang sudah dikenali,
Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), Kombes Nur Khamid membenarkan identifikasi tersebut. Kedua jenazah tercatat dengan nomor PM 074 dan PM 077.
“Benar telah teridentifikasi kembali dua jenazah, keduanya sudah dipulangkan ke keluarga,” kata Nur Khamid, Senin (5/10/2026).
Kedua korban teridentifikasi melalui ciri medis dan properti yang sesuai dengan data ante mortem dari keluarga.
Metode tersebut membuat proses pengenalan jenazah dapat dilakukan tanpa menunggu hasil pemeriksaan DNA.
Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes dr Moch Sofwan menyebut kedua korban adalah Suroso (40), warga Pamekasan dan Soni Marta Andika (44), warga Banyuwangi.
“Dengan tambahan dua identifikasi tersebut, dari 80 kantung jenazah yang diterima tim DVI Polda Kalsel, sebanyak 65 telah berhasil diidentifikasi,” ungkapnya.
Sementara 15 jenazah lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan DNA. Tim DVI telah mengirimkan sampel DNA untuk membantu proses identifikasi korban yang belum dikenali.
Nur Khamid mengatakan Polda Kalsel belum melakukan rilis identifikasi secara terpisah. Informasi seluruh korban yang telah teridentifikasi akan disampaikan setelah data pemeriksaan DNA lainnya lengkap.
“Untuk press release memang belum dilaksanakan. Kita tunggu data dari korban lain yang dalam pemeriksaan DNA,” ujarnya.
Di tengah bertambahnya korban yang berhasil diidentifikasi, operasi SAR KM Virgo Transport 8 pada Senin (5/10) belum menemukan korban tambahan.
SMC Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan pencarian hari ke-23 dilakukan secara serentak melalui Kantor SAR Banjarmasin, Palangka Raya, dan Pontianak.
Di wilayah Banjarmasin, KN SAR Pacitan dikerahkan untuk melakukan penyisiran di area pencarian dan tidak ditemukan korban.
Pencarian di wilayah kerja Kantor SAR Palangka Raya juga dilakukan bersama potensi SAR melalui penyisiran permukaan air. Hasilnya masih nihil.
Penyisiran turut dilakukan di sepanjang garis pantai Seruyan, Sukamara, hingga Sungai Jelei yang berbatasan dengan Kalimantan Barat (Kalbar). Belum ada temuan korban hingga sore
Sementara di Kalbar, Pos SAR Ketapang melakukan pencarian sejak pagi hingga sore. Hasilnya juga nihil.
“Hasil operasi pencarian masih nihil hingga sore pukul 18.00,” ungkap Putu.
Seuruh unsur yang diterjunkan telah mendapat pengarahan terkait keselamatan personel dan alat utama yang digunakan selama operasi.
Berdasarkan data terbaru yang diterima Kantor SAR Banjarmasin dari pihak agen, jumlah korban terevakuasi belum berubah dari sehari sebelumnya.
Total 190 orang telah terevakuasi dari 243 orang yang tercatat dalam manifest. Rinciannya, 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia. Dengan demikian, 53 korban masih dalam pencarian.
Pencarian akan kembali dilanjutkan Selasa (6/10) hari ini. Basarnas mempertahankan dua metode utama, yakni penyisiran di atas perairan dan pencarian di sepanjang garis pantai.
Metode tersebut akan diterapkan di wilayah kerja Kantor SAR Banjarmasin, Kantor SAR Palangka Raya, dan Kantor SAR Pontianak.
“Operasi SAR tetap dilakukan sembari proses identifikasi korban terus berjalan di DVI Polda Kalsel,” tutupnya.(Yln/fsl)
