![]() |
| STRUKTUR: KH Muhammad Wildan Salman dan Prof KH Artani Hasbi masuk jajaran Mustasyar PBNU masa khidmah 2026-2031/Foto Naza |
BANUATODAY.COM, MARTAPURA – Dua tokoh Nahdlatul Ulama asal Kalimantan Selatan, KH Muhammad Wildan Salman dan Prof KH Artani Hasbi, dipercaya masuk jajaran Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031.
Keduanya tercantum dalam struktur kepengurusan PBNU yang ditetapkan melalui Surat Keputusan PBNU Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmah 2026–2031.
SK tersebut ditetapkan di Jakarta pada Rabu (30/9/2026) malam.
KH Muhammad Wildan Salman merupakan salah satu tokoh NU yang dikenal memiliki basis kegiatan keagamaan di Martapura. Ia merupakan pimpinan Pesantren Tahfidz Ilmu Al-Qur’an Darussalam Martapura.
Sebelum masuk dalam struktur PBNU periode terbaru, Wildan Salman menjabat sebagai Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Selatan periode 2024–2029.
Ia juga menjadi bagian dari tim formatur yang terlibat dalam penyusunan kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031 sebagai perwakilan Kalimantan Selatan.
Dalam struktur PBNU terbaru, Wildan dipercaya menempati posisi Mustasyar. Dalam struktur organisasi NU, Mustasyar merupakan unsur yang memberikan nasihat, pertimbangan, dan arahan kepada pengurus sesuai tingkatannya.
Selain Wildan, nama Prof KH Artani Hasbi juga tercantum sebagai Mustasyar PBNU.
Artani Hasbi merupakan tokoh kelahiran Amuntai, 17 Juli 1946. Ia memiliki pengalaman panjang di lingkungan pemerintahan maupun organisasi Nahdlatul Ulama.
Artani pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama/Kementerian Agama Kalimantan Selatan periode 2001–2006. Namanya juga tercatat dalam sejumlah kepengurusan NU pada periode sebelumnya.
Masuknya kedua tokoh tersebut dalam jajaran Mustasyar menambah keterwakilan tokoh Kalimantan Selatan dalam struktur PBNU masa khidmah 2026–2031. (naz/fsl)

