![]() |
| PROGRAM: PT Jasa Raharja memperkuat pemberdayaan ekonomi ahli waris korban kecelakaan lalu lintas melalui program literasi keuangan - Foto Ist |
BANUATODAY.COM, JAKARTA – PT Jasa Raharja memperkuat pemberdayaan ekonomi ahli waris korban kecelakaan lalu lintas melalui program literasi keuangan yang menyasar perempuan, khususnya ibu yang kehilangan pasangan. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta dalam mengelola keuangan keluarga, merencanakan kebutuhan masa depan, serta mengenali peluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pada semester I 2026, program tersebut dilaksanakan di tiga wilayah, yakni Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, dengan total 179 peserta.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan perlindungan bagi korban kecelakaan dan keluarganya perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain memberikan santunan sesuai ketentuan, perusahaan juga berupaya meningkatkan kapasitas penerima manfaat agar mampu mengelola keuangan secara lebih terencana.
“Literasi keuangan menjadi salah satu bekal penting agar mereka dapat merencanakan kebutuhan keluarga, menjaga stabilitas ekonomi, dan melihat peluang untuk mengembangkan usaha,” ujar Awaluddin dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).
Program literasi keuangan ini memadukan edukasi mengenai peran dan fungsi Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan dengan materi pengelolaan keuangan rumah tangga. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai kewajiban terkait kendaraan bermotor, termasuk Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), serta pemanfaatan layanan pembayaran digital.
Di Sumatera Utara, kegiatan berlangsung di Medan pada 15 April 2026 dan diikuti 50 peserta. Materi yang diberikan meliputi perencanaan keuangan, pengelolaan keuangan untuk masa depan, pengenalan UMKM, serta pemahaman mengenai pajak kendaraan bermotor dan SWDKLLJ. Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Koperasi UKM Kota Medan dan pelaku UMKM.
Selanjutnya, kegiatan di Surabaya, Jawa Timur, dilaksanakan pada 22 Mei 2026 dengan melibatkan 55 peserta. Pelaksanaannya berkolaborasi dengan Permodalan Nasional Madani (PNM) dan lembaga pelatihan terkait.
Sementara itu, di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, kegiatan digelar pada 18 Juni 2026 dan diikuti 74 peserta. Dengan demikian, total peserta dari ketiga wilayah tersebut mencapai 179 orang.
Awaluddin mengatakan, pendekatan yang menggabungkan literasi keuangan dan pengenalan peluang usaha diharapkan dapat memberikan manfaat yang relevan dengan kebutuhan peserta.
Menurutnya, pemahaman mengenai penyusunan prioritas pengeluaran, perencanaan kebutuhan jangka panjang, dan akses pembiayaan yang sesuai dapat membantu peserta mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.
“Setiap keluarga memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, edukasi yang kami berikan perlu dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran rumah tangga hingga mengenali peluang usaha yang dapat dikembangkan. Kami berharap pengetahuan ini dapat menjadi modal bagi para peserta untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga secara bertahap,” katanya.
Untuk menilai pelaksanaan program, Jasa Raharja melakukan evaluasi melalui pengukuran pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Berdasarkan laporan perusahaan, evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta di ketiga wilayah, meskipun besaran peningkatannya berbeda pada setiap kegiatan.
Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk menilai efektivitas materi dan menyempurnakan pelaksanaan program berikutnya.
Pada semester II 2026, Jasa Raharja berencana memperluas kegiatan literasi keuangan ke sejumlah wilayah lain, yaitu Sulawesi Selatan, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Perusahaan juga berencana melanjutkan kolaborasi dengan PNM, dinas terkait, serta mitra UMKM untuk mendukung kesinambungan edukasi dan pemberdayaan ekonomi ahli waris.
“Jasa Raharja akan terus mengembangkan program yang tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri. Kami berharap literasi keuangan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi para penerima perlindungan,” tutup Awaluddin.
Melalui program tersebut, Jasa Raharja berupaya memperluas dukungan kepada ahli waris korban kecelakaan melalui edukasi keuangan dan pengenalan peluang usaha. Keberlanjutan program diharapkan dapat membantu peserta meningkatkan kemampuan mengelola keuangan keluarga dan memanfaatkan peluang ekonomi sesuai kebutuhan serta kondisi masing-masing. (jr/ak)

