RAKOR :,Pemkab Banjar Siapkan 150 Personel Hadapi Darurat Bencana pada Rakor Mingguan Pemkab Banjar/foto:yuandaBANUATODAY.COM,MARTAPURA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar semakin meluas. Tercatat, sebanyak 6.300 hektare lahan terdampak kebakaran yang tersebar di 197 desa pada 19 kecamatan. Di tengah ancaman tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar menyiapkan 150 personel gabungan untuk memperkuat penanganan karhutla dan kekeringan.
Rencana pengerahan personel ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakoor) Mingguan Pemkab Banjar di Aula Barakat, Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (12/10/2026).
Rapat dipimpin Bupati Banjar H Saidi Mansyur, didampingi Wakil Bupati Habib Idrus Al Habsyi dan Sekretaris Daerah H Yudi Andrea, serta diikuti kepala SKPD dan camat se-Kabupaten Banjar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, memaparkan bahwa dampak bencana tidak hanya berasal dari kebakaran lahan. Kekeringan juga melanda 72 desa di 16 kecamatan.
Untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, BPBD telah menyalurkan sebanyak 3.245.000 liter air dalam kurun waktu sekitar tiga bulan.
Namun, kondisi di lapangan semakin menantang. Distribusi air bersih yang sebelumnya dapat dilakukan setiap empat hari sekali kini harus menunggu hingga delapan hari sekali.
Situasi tersebut mendorong BPBD mengusulkan peningkatan status penanganan bencana dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat.
“Status tanggap darurat direncanakan mulai 14 hingga 28 Oktober 2026 atau selama dua minggu. Rencana operasi dibagi menjadi dua klaster dengan pembiayaan melalui APBD,” jelas Wasis.
Sebanyak 150 personel gabungan akan dilibatkan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri atas Tim Reaksi Cepat (TRC), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), relawan, TNI/Polri, serta unsur lintas sektor lainnya
Bupati Banjar H Saidi Mansyur meminta BPBD dan para camat memperkuat koordinasi agar penanganan bencana berjalan efektif. Ia menekankan pentingnya pemetaan kondisi wilayah dan konsolidasi seluruh pihak terkait untuk memastikan bantuan serta personel dapat diarahkan sesuai kebutuhan.
Saidi juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar mengesampingkan ego sektoral dan mengutamakan kerja sama.
Menurutnya, koordinasi yang solid menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal.(Yan/fsl)
