Trending

Leani Ratri dan Hikmat Ramdani Rebut Emas, Cetak Quattrick di Asian Para Games

EMAS: Para bulu tangkis Indonesia Ganda Campuran, Leani Ratri dan Oktila dan Hikmat Ramdani/Foto agung/NPC Indonesia


BANUATODAY.COM, NAGOYA – Atlet para bulu tangkis Indonesia, Leani Ratri Oktila bersama Hikmat Ramdani, berhasil meraih medali emas nomor ganda campuran SL3-SU5 pada Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, Jumat (23/10/2026). Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan dominasi Ratri dengan meraih empat emas ganda campuran secara beruntun sejak 2014.

Perjalanan menuju podium tertinggi tidak berlangsung mudah. Dalam pertandingan final selama 51 menit, pasangan Indonesia harus menghadapi perlawanan ketat wakil India, Thulasimathi Murugesan dan Nitesh Kumar.

Ratri dan Hikmat sempat kehilangan gim pertama dengan skor 11-21. Namun, keduanya mampu bangkit pada dua gim berikutnya dan membalikkan keadaan melalui kemenangan 21-19 dan 21-14.

Ketatnya pertandingan juga terlihat dari perolehan poin yang hampir berimbang. Pasangan India mengumpulkan 54 poin, unggul satu poin dari pasangan Indonesia yang mencatatkan 53 poin. Reli terpanjang dalam pertandingan tersebut berlangsung hingga 90 detik.

Ratri mengaku bahwa medali emas ini memang menjadi target yang ingin dicapai bersama Hikmat. Meski demikian, tekanan selama pertandingan ternyata lebih besar daripada yang mereka perkirakan.

Ia mengatakan sempat merasa gugup pada awal pertandingan, terutama ketika pasangan Indonesia tertinggal cukup jauh. Situasi tersebut membuatnya berusaha mengendalikan diri agar dapat tampil lebih tenang pada gim selanjutnya.

“Cuma saya tegang, di belakang juga belum tenang, masih ada beban di lapangan yang berat. Dan untuk set kedua saya mencoba tenang. Alhamdulillah,” ungkap Ratri.

Tekanan yang dirasakan Ratri juga dipengaruhi hasil pertandingan sebelumnya. Pada hari yang sama, ia harus mengakhiri perjuangan di final tunggal putri dengan meraih medali perak. Meski demikian, ia berusaha kembali fokus saat tampil di nomor ganda campuran.

Dukungan penonton Indonesia di tribun turut memberikan semangat tambahan bagi pasangan Merah Putih. Hikmat mengungkapkan bahwa komunikasi dan kemampuan menjaga ketenangan menjadi faktor penting dalam membalikkan keadaan.

“Saya mencoba tenang. Komunikasi lebih lagi di lapangan, saya tenang, tenang, tenang untuk mencari kemenangan kita,” kata Hikmat.

Bagi Ratri, nomor ganda campuran merupakan kategori yang paling rutin ia latih bersama Hikmat. Karena itu, mereka telah menargetkan medali emas sejak awal, meskipun tidak menyangka pertandingan final akan berlangsung sedemikian ketat.

Medali emas tersebut dipersembahkan Ratri untuk orang-orang terdekatnya, terutama keluarga yang terus memberikan dukungan selama perjalanan kariernya sebagai atlet.

Prestasi di Nagoya sekaligus memperpanjang catatan emas Ratri pada nomor ganda campuran Asian Para Games. Ia sebelumnya meraih emas pada Asian Para Games 2014 di Incheon, 2018 di Jakarta, dan 2022 di Hangzhou. Dengan tambahan emas pada edisi 2026, Ratri mencatatkan empat gelar beruntun di nomor tersebut.

Secara keseluruhan, Ratri telah mengoleksi 12 medali Asian Para Games, terdiri dari enam emas, empat perak, dan dua perunggu. Pada Asian Para Games 2026, ia melengkapi koleksinya dengan masing-masing satu medali emas, perak, dan perunggu.

Setelah menyelesaikan perjuangan di Nagoya, Ratri dan Hikmat kini mengarahkan perhatian pada target berikutnya, yakni tampil di Paralimpiade Los Angeles 2028. Ratri berharap kondisi kesehatannya tetap terjaga agar dapat melanjutkan kiprah di ajang olahraga terbesar bagi atlet disabilitas tersebut.

“Semoga saya sehat, lebih kesehatan untuk bisa tampil di LA. Target otomatis saya sekarang untuk bisa tampil di LA,” tegas Ratri.

Keberhasilan ini semakin memperkuat rekam jejak pasangan Indonesia tersebut di tingkat internasional. Selain meraih emas Paralimpiade Paris 2024, mereka juga menorehkan prestasi di Kejuaraan Dunia BWF Para Badminton serta berbagai kejuaraan internasional lainnya. (naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama