![]() |
BANUATODAY.COM,PELAIHARI - Kemarau ekstrem yang berlangsung selama beberapa bulan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Tanah Laut. Kondisi tersebut membuat sejumlah warga di Bumi Tuntung Pandang mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih terpaksa membeli air dari penjual. Harga air bersih disebut berkisar Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per tandon.
Untuk mengurangi beban masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tala mulai mengintensifkan distribusi air bersih melalui sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Distribusi tersebut dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala dengan melibatkan Dinas Sosial (Dinsos).
Kepala Pelaksana BPBD Tala, Aspi Setia Rahman, mengatakan Dinsos dilibatkan untuk membantu mengoordinasikan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Hasil rapat kemarin, kita dibantu Dinsos untuk mengkoordinatori pendistribusian air bersih kepada warga," kata Aspi, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, BPBD bersama Dinsos saat ini tengah menyusun pola dan jadwal distribusi air bersih yang akan dilakukan oleh sejumlah SKPD.
Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran air dapat menjangkau warga yang membutuhkan secara merata, terutama di wilayah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.
Sejumlah SKPD di lingkungan Pemkab Tala juga telah melakukan uji coba pendistribusian air bersih kepada warga dalam beberapa hari terakhir.
Beberapa di antaranya yakni Dinas Pariwisata (Dispar), Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskumdag), serta Badan Pendapatan Daerah (Bappenda). (Yan/fsl)

