Trending

Suasana Kekeluargaan dan Santai Warnai 16 Titik Reses Imam Suprastowo

RESES - Imam Suprastowo serap aspirasi rakyat dari kegiatan reses.

BANUATODAY.COM, BANJARBARU - Pelaksanan reses Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Imam Suprastowo di Jalan Lokudat RT 11, Kelurahan Guntung Payung di Kota Banjarbaru, Minggu (28/01/24) menjadi penanda berakhirnya rangkaian reses masa sidang I tahun 2024.

Sebelumnya, politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat “Rumah Banjar” menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses yang dimulai dari Minggu, (21/01/24) hingga Minggu, (28/01/24) di 16 titik secara bergantian pada daerah pemilihannya yakni Kabupaten Tanah Laut dan Banjarbaru.

Kehadiran pria kelahiran Bojonegoro, 10 Mei 1961 itu selalu disambut antusias para warga di setiap titik resesnya, nuansa kekeluargaan dan sukacita pun tak terelakkan. Pembawaannya yang santai dan senyuman yang selalu terukir di wajahnya, barangkali menjadi daya tarik tersendiri bagi legislator yang terkenal ramah tersebut.

Pada setiap titiknya, para warga menuangkan unek-unek dan isi hati mereka. Mulai dari keluhan kenaikan harga bahan pokok yang kebanyakan disuarakan oleh ibu-ibu, hingga infrastruktur dan lain sebagainya.

Diakui Imam Suprastowo, bahwa dirinya banyak mendapat masukan dari para warga. Menurutnya, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjarbaru memiliki karakter warga yang berbeda dalam masukan-masukannya. Kabupaten Tanah Laut, menurut Imam Suprastowo, dikarenakan kondisi alamnya kebanyakan persawahan, maka yang lebih banyak disuarakan ialah terkait tanaman dan pangan. Berbeda dengan Kota Banjarbaru yang lebih banyak terkait lapangan pekerjaan dan permodalan untuk UMKM.

Kedua-duanya, pangan dan UMKM dikatakan Imam Suprastowo masuk dalam tugas pokok dan fungsi di komisinya. Terlebih, dirinya di setiap bulannya selalu memberikan edukasi kepada warga Tanah Laut melalui sosialisasi peraturan daerah tentang ketahanan pangan dan revolusi hijau.

“Terkait dengan lapangan pekerjaan, kita mengakui bersama saat ini jumlah tenaga kerja dengan lowongan pekerjaan itu tidak seimbang. Makanya, saya memberi masukan baik di Tanah Laut maupun di Banjarbaru ini membuka lapangan usaha sendiri,” ujar Imam Suprastowo.

Dalam hal itu, berkenaan dengan permodalan, di setiap kesempatan, dirinya juga selalu mempromosikan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari Bank Kalsel yang merupakan mitra dari komisi yang ia nakhodai. Menurutnya, Bank Kalsel seudah menyediakan kemudahan-kemudahan bagi warga yang ingin secara serius untuk membuka usaha, bahkan ujar Imam Suprastowo, ada yang tanpa agunan.

Imam Suprastowo berharap, nantinya hasil dari suara-suara rakyat ini dapat ditindak lanjuti melalui pokir. Agar, lanjut Imam Suprastowo, segala kegiatan kebijakan atau pembangunan itu tepat sasaran sesuai dan relevan dengan apa yang dibutuhkan masyarakat ‘Banua’ terlebih yang ada di daerah pemilihannya tempat di mana masyarakat meitipkan amanah dan suaranya untuk dirinya. (naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama