Trending

DPRD Jawa Timur Belajar Pengendalian Inflasi ke Kalimantan Selatan

STUDI - Kunjungan Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur ke DPRD Kalsel untuk studi banding masalah pengendalian inflasi daerah. (humas dprd kalsel)


BANUATODAY.COM, BANJARMASIN - Keberhasilan Kalimantan Selatan mengendalikan inflasi mendapat perhatian DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Untuk mengetahui bagaimana Kalsel mengendalikan inflasi, Komisi B DPRD Jatim melakukan studi banding.

Kedatangan Komisi B Jatim diterima Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Jumat lalu.

Rombongan dari Komisi B DPRD Provinsi Jatim ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Jatim, Hj. Anik Maslachah, S.Pd. M.Si., dan didampingi oleh Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jatim, Drs. Amar Saifudin, M.M. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat Komisi II DPRD Provinsi Kalsel.

Hj. Anik Maslachah menyampaikan alasan kunjungan, merinci bahwa Provinsi Kalsel menunjukkan prestasi luar biasa dengan masuk 10 besar provinsi dengan tingkat inflasi terendah, yakni 2,27%, yang notabene, angka tersebut berada di bawah rata-rata nasional.

Para wakil rakyat Jawa Timur itu disambut langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Imam Suprastowo, didampingi Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, beserta anggota lain, yakni Habib Musa Assegaf dan Aris Gunawan, menyambut hangat rombongan dari Jawa Timur itu.

Imam Suprastowo menyoroti capaian Provinsi Kalsel dalam mengelola inflasi rendah dan berharap _sharing knowledge_ antar provinsi dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya menangani lonjakan harga pangan di seluruh Indonesia. 

Dalam pertemuan yang penuh kolaborasi ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk berbagi pengalaman dan pemahaman, dengan harapan dapat menghasilkan solusi konkret.

“Kami merasa sangat senang dan terhormat atas kedatangan teman-teman dari Jawa Timur. Pertemuan ini menjadi wujud nyata dari semangat kolaborasi antar provinsi dalam menghadapi permasalahan serius seperti lonjakan harga pangan. Kami berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi pertukaran informasi, tetapi juga dapat memunculkan ide-ide konstruktif untuk mengatasi tantangan yang serupa di kedua provinsi kami. Kami yakin, dengan berbagi pengalaman dan pemahaman, kita dapat menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat kita,” ujar Imam Suprastowo.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Drs. Amar Saifudin, M.M., turut menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam merespons permasalahan serius seperti lonjakan harga pangan. Ia menyatakan harapannya agar kunjungan ini tidak hanya menjadi pertukaran informasi, tetapi juga dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diimplementasikan di kedua provinsi.

Pertemuan dilanjutkan dengan sesi diskusi intensif antara anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel dan Komisi B DPRD Provinsi Jatim. Mereka membahas berbagai strategi yang telah diterapkan di Jawa Timur untuk mengendalikan lonjakan harga pangan, serta mempertimbangkan keterkaitan antar provinsi dalam penanganan masalah serupa.

Hasil diskusi ini kemudian diharapkan mampu menjadi landasan untuk penyusunan rencana aksi bersama dalam menghadapi tantangan serupa di masa depan. Rombongan Komisi B DPRD Provinsi Jatim menyampaikan apresiasi mereka terhadap keramahan dan kerja sama dari pihak Kalsel, serta berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan melalui pertukaran ide dan pengalaman di masa mendatang. (par/fzl)

Lebih baru Lebih lama