Trending

Kinerja Perbankan dan Investasi Kalsel Hingga Maret 2026 Terjaga, Kredit Tumbuh 5,89 Persen

TERJAGA: OJK Provinsi Kalimantan Selatan menyebut kinerja sektor jasa keuangan di Kalsel hingga Maret 2026 tetap stabil dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah - Foto Dok Naza

BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan menilai kondisi sektor jasa keuangan di Kalimantan Selatan hingga Maret 2026 masih terjaga stabil dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Meski kondisi ekonomi global masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan gangguan distribusi energi dunia, perekonomian Kalimantan Selatan tetap menunjukkan tren positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Kalsel tumbuh sebesar 5,67 persen atau lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yang berada di angka 5,46 persen.

Pertumbuhan ekonomi tersebut juga sedikit berada di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 5,61 persen.

OJK mencatat, pertumbuhan ekonomi Kalsel ditopang oleh konsumsi masyarakat yang tetap kuat serta surplus ekspor yang masih terjaga. Kota Banjarmasin, Kabupaten Kotabaru, dan Kabupaten Tanah Bumbu menjadi daerah dengan kontribusi ekonomi terbesar di Kalimantan Selatan.

Dari sektor perbankan, penyaluran kredit masih tumbuh positif. Hingga Maret 2026, total kredit perbankan mencapai Rp83,14 triliun atau tumbuh 5,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kredit investasi menjadi jenis pembiayaan dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai 27,75 persen. Sementara kredit konsumsi juga tumbuh sebesar 6,03 persen.

Selain itu, penyaluran kredit untuk pelaku UMKM juga masih mendominasi, terutama pada sektor perdagangan besar dan eceran yang mencapai Rp8,65 triliun.

Dana masyarakat yang tersimpan di perbankan atau Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami kenaikan sebesar 4,06 persen. Tabungan menjadi jenis simpanan terbesar yang dimiliki masyarakat.

Di sektor pasar modal, minat masyarakat Kalsel untuk berinvestasi saham juga terus meningkat. Nilai transaksi saham hingga Maret 2026 mencapai Rp2,01 triliun dengan jumlah investor saham mencapai 126.451 investor.

Sementara itu, sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) seperti perusahaan pembiayaan, modal ventura, hingga pergadaian juga menunjukkan pertumbuhan positif.

OJK Kalsel juga terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait keuangan dan kewaspadaan terhadap penipuan digital. Hingga Mei 2026, sebanyak 28 kegiatan edukasi telah dilaksanakan dengan lebih dari 2.800 peserta.

Selain itu, OJK menerima 2.492 pengaduan dan pertanyaan masyarakat terkait layanan jasa keuangan. Pengaduan paling banyak berasal dari layanan pinjaman online, perbankan, dan perusahaan pembiayaan.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, menegaskan pihaknya akan terus mendorong lembaga jasa keuangan agar semakin berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan perlindungan kepada masyarakat. (naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama