Trending

PT Semen Indonesia Masuk Top 10 Emiten Bahan Baku Konstruksi dengan Rating ESG Terbaik di Asia Tenggara

SURYA - Fasilitas panel surya di area atap gedung utama kantor PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Tuban, sebagai implementasi penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) untuk mencapai target dekarbonisasi (DOK. SIG)

BANUATODAY.COM, JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tempati peringkat ESG Rating terbaik pertama kategori construction materials di Asia Tenggara dengan predikat Medium Risk.

Penilaian kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, Governance (ESG) Rating ini dilakukan lembaga pemeringkat internasional, Sustainalytics.

Direktur Utama SIG, Donny Arsal mengatakan, SIG bangga menjadi yang terbaik dalam implementasi ESG di Asia Tenggara untuk kategori perusahaan construction materials.

Ini perwujudan komitmen SIG dalam menjalankan praktik bisnis terbaik berbasis ESG untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan risiko, sekaligus optimalisasi setiap potensi yang mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan.

“SIG menempatkan faktor ESG sebagai landasan operasional kami dan memperkuat komitmen untuk peningkatan kinerja keberlanjutan dengan menetapkan Sustainability Road Map 2030 dan pembentukan Sustainability Committee,” terangnya.

SVP Sustainability Office SIG Johanna Daunan menjelaskan, SIG Sustainability Road Map 2030 adalah panduan bagi seluruh entitas usaha SIG, yang berisi strategi, target dan inisiatif perusahaan dalam mencapai keberlanjutan.

Peta jalan ini menjadi panduan dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam keseluruhan strategi bisnis perusahaan.

“Predikat Medium Risk dari Sustainalytics menandakan implementasi ESG dalam operasi bisnis SIG berjalan dengan baik sehingga dinilai memiliki kemampuan bahkan mencapai peningkatan dalam pengelolaan risiko,” kata Johanna.

Prestasi ini, Johanna menambahkan, tentu semakin memacu kami dalam akselerasi pencapaian target-target keberlanjutan yang sudah ditetapkan Perusahaan dalam Sustainability Road Map 2030.

“Sebagai perusahaan solusi bahan bangunan terdepan di Indonesia, SIG siap menjadi role model bagi industri dalam implementasi aspek ESG untuk mendukung pemerintah mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan regional,” tegas Johanna Daunan.

Sebagai informasi, ESG Rating yang dilakukan Sustainalytics menjadi rujukan bagi para investor terhadap kinerja keberlanjutan emiten atau public listed companies pada aspek ESG.

Penilaian dilakukan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko serta dampak yang ditimbulkan dari operasi bisnis terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Sustainalytics membagi penilaian ESG Rating ke dalam 5 kategori, meliputi Negligible Risk 0 - 10, Low Risk 10 - 20, Medium Risk 20 - 30, High Risk 30 - 40 dan Severe Risk >40. (pr/niz)

Lebih baru Lebih lama