BANUATODAY.COM, KOTABARU - Meranti Putih Performance Arts Festival (MP2AF) ke-4 tahun 2025 resmi ditutup dengan pelaksanaan Grebek Kampung di Desa Sebelimbingan dan penanaman bibit pohon di Puncak Meranti Kotabaru. Penutupan festival berlangsung meriah pada akhir November dan dihadiri Kepala Desa Sebelimbingan, perwakilan Forkopimnda, serta masyarakat sekitar.
Festival yang digelar pada 28–30 November 2025 ini menjadi momen budaya yang memperkuat kebersamaan warga. MP2AF kembali menegaskan posisinya sebagai festival seni yang menyatukan kreativitas dengan konservasi lingkungan.
Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Awaludin, mengapresiasi pelaksanaan MP2AF sebagai rangkaian budaya yang terus berlanjut dan semakin erat dengan pengembangan wisata daerah.
“Kegiatan ini adalah salah satu daya tarik tersendiri terhadap wisata kita yang ada di sini,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kotabaru menekankan bahwa tradisi ini merupakan warisan lokal yang kaya nilai kebersamaan dan ritual masyarakat. Ia berharap pelaksanaan tahun mendatang digelar lebih besar dan melibatkan lebih banyak desa.
“Kalau bisa tahun depan lebih besar lagi acaranya,” harapnya.
Wakil Bupati juga menegaskan bahwa festival seperti MP2AF berpotensi besar meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama pada sektor pariwisata.
“Harapan kita terus bisa kita tingkatkan dalam rangka menarik minat pengunjung dari luar daerah untuk hadir di wisata hutan meranti,” tambahnya.
Ia turut mengimbau masyarakat agar menjaga kelestarian kawasan wisata dan bersikap ramah kepada para pengunjung.
“Mari hormati dan hargai para tamu yang datang. Wisata yang maju ketika orang-orangnya juga ramah menerima tamu dari luar,” pesannya.
Kepala Disparpora Kotabaru, Sony Tua Halomoan, menegaskan bahwa MP2AF bukan hanya hiburan, tetapi gerakan seni yang mengedepankan kepedulian lingkungan.
“Momen langka untuk belajar, berkarya, dan healing bersama di tengah asrinya Hutan Meranti,” ujarnya.
Festival ini menampilkan berbagai kegiatan seperti workshop, ekshibisi, dan pertunjukan seni, menghadirkan seniman dan peserta dari berbagai daerah. Dengan tema kolaborasi seni dan alam, MP2AF diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelestarian lingkungan serta menjaga budaya lokal sekaligus menarik wisatawan nasional hingga internasional.
Secara keseluruhan, MP2AF tahun ini menjadi ruang bagi seniman dan masyarakat untuk berkreasi, berinovasi, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata. (net/ak)

