![]() |
STABIL: Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalsel, Hj. Muliana Yuniar, didampingi Wakil Ketua H. M. Irfani - Foto Dok |
BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – Kebutuhan LPG 3 kilogram di Kalimantan Selatan selama bulan Ramadan tahun ini diperkirakan tidak mengalami lonjakan signifikan. Bahkan, distribusi gas bersubsidi atau yang dikenal sebagai gas melon cenderung lebih terkendali dibanding hari biasa, Kamis (19/2/2026).
Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan menyebut pola konsumsi masyarakat selama Ramadan berbeda dari momen hari besar lainnya. Aktivitas ekonomi tertentu, khususnya sektor informal, mengalami penurunan sehingga berdampak pada kebutuhan LPG.
Ketua Hiswana Migas Kalsel, Hj. Muliana Yuniar, menjelaskan bahwa berkurangnya aktivitas pekerja luar daerah menjadi salah satu faktor utama turunnya konsumsi. Banyak pekerja dan pedagang musiman yang biasanya menggunakan LPG dalam jumlah cukup besar memilih pulang kampung menjelang Ramadan.
“Pergerakan masyarakat ini mempengaruhi pola konsumsi. Jadi secara umum kebutuhan harian LPG justru lebih terkendali,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya bersama Wakil Ketua HM. Irfani juga memastikan bahwa dukungan pasokan telah diperkuat selama Ramadan. Melalui Pertamina Patra Niaga, dilakukan tambahan suplai LPG sekitar 256 metrik ton untuk wilayah Kalimantan Selatan guna mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama bulan suci.
Dengan adanya tambahan pasokan tersebut, distribusi LPG dinilai tetap aman dan mampu menjangkau kebutuhan di berbagai daerah. Penyaluran harian sendiri mencapai ratusan ribu tabung dengan mekanisme distribusi yang disesuaikan kondisi lapangan.
Selain menjaga stabilitas pasokan, Hiswana Migas juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam pengawasan harga dan distribusi agar tetap tepat sasaran. Kondisi konsumsi yang relatif stabil diharapkan turut membantu menjaga harga LPG 3 kilogram tetap terkendali di tingkat eceran.
Masyarakat pun diimbau untuk menggunakan LPG sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebih, sehingga distribusi dapat berjalan merata selama Ramadan. (naz/fsl)

