![]() |
| DISTRIBUSI: H. Aftahudin saat diwawancarai terkait persiapan SPPG Belitung Selatan menjelang pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) pada bulan Ramadan - Foto Dok |
BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – SPPG Belitung Selatan memastikan pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan tetap berjalan dengan memperhatikan standar operasional prosedur (SOP) serta pemenuhan gizi anak-anak secara lengkap dan seimbang, Selasa (17/2/2026).
Selama Ramadan, menu yang disiapkan difokuskan pada makanan sederhana namun tetap bergizi. Beberapa variasi menu yang disediakan di antaranya ikan rabuk, ikan cakalang, ikan telur asin, telur rebus, rabuk ayam, rabuk ikan, hingga ikan haruan.
“Kita tetap jalan memenuhi beberapa variasi. Menu-menu yang lebih sederhana seperti ikan rabuk, ikan cakalang, dan telur harus kita sediakan karena pemenuhan gizi anak-anak harus lengkap,” ujar Pemilik SPPG Belitung Selatan, H. Aftahudin.
Ia menegaskan, distribusi makanan dapat dilakukan minimal satu kali pengiriman yang mencakup hingga tiga kali kebutuhan. Pola ini disesuaikan dengan kondisi sekolah dan waktu belajar siswa selama Ramadan.
“Pengirimannya boleh minimal satu kali untuk tiga kali kebutuhan. Jadi kita sesuaikan dengan kebutuhan dan waktu anak-anak masuk sekolah,” jelasnya.
Selain menu utama sebagai sumber protein, pihaknya juga menyiapkan tambahan untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan karbohidrat, seperti kue tradisional bingka ukuran kecil, susu, roti pisang, risoles, serta roti dengan isian keju atau abon.
“Untuk pemenuhan protein, vitamin, dan lainnya, bisa kita tambahkan bingka ukuran kecil dan susu. Karbohidrat juga harus terpenuhi, misalnya dari roti isi keju atau abon. Yang penting tidak aneh-aneh, tapi bergizi dan sesuai arahan,” tambahnya.
Terkait minuman, SPPG Belitung Selatan juga menyiapkan air kelapa murni sebagai salah satu opsi, namun bukan dalam bentuk kelapa utuh.
“Kalau air kelapa murni ada, kita sediakan. Tapi bukan kelapanya, melainkan air kelapa murni yang kita suguhkan,” jelasnya.
H. Aftahudin menekankan, pemilihan menu selama Ramadan turut mempertimbangkan daya tahan makanan. Hal ini penting karena waktu konsumsi menyesuaikan dengan jadwal sekolah dan waktu berbuka puasa.
“Kita cari makanan yang awet dan bisa tahan sampai waktu berbuka. Seperti ikan rabuk itu tahan, bingka juga cukup tahan karena manis. Roti dan risoles juga kita pilih yang tidak mudah basi,” katanya.
Ia menambahkan, sebelumnya pihaknya telah menggelar pertemuan bersama tim MBG untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai arahan dari pemerintah pusat.
“Kita sudah meeting dengan tim MBG. Intinya kita menyalurkan sesuai dengan keinginan dari pusat. Sudah ada arahannya dan kita mengikuti SOP yang ada. Insya Allah kita jalankan dengan baik,” pungkasnya.
Dengan penyesuaian tersebut, diharapkan program MBG selama bulan Ramadan tetap mampu mendukung pemenuhan gizi anak-anak tanpa mengabaikan ketentuan puasa dan kualitas makanan yang didistribusikan. (naz/fsl)

