Trending

Rakor Lintas Sektoral, Sinergi Nasional Demi Mudik Aman 2026

RAKOR: Jasa Raharja menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Jakarta - Foto Dok


BANUATODAY.COM, JAKARTA – Jasa Raharja menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (2/3/2026). Forum strategis tersebut dipimpin langsung oleh Listyo Sigit Prabowo dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan arus mudik serta arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, hadir sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung sistem keselamatan transportasi nasional selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Rakor tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan lembaga, di antaranya PratiknoNasaruddin UmarDudy PurwagandhiLodewijk Freidrich Paulus, serta Ni Luh Puspa.

BACA JUGA: Lirik UMKM Baru, Jamkrida Kalsel Siap Genjot Penjaminan 171 Persen pada 2026

Hadir pula Dedi PrasetyoAgus Suryonugroho, serta perwakilan dari BNPBBMKGBASARNAS, dan sejumlah pimpinan BUMN. Kehadiran lintas kementerian, TNI-Polri, lembaga, dan BUMN tersebut menegaskan kuatnya sinergi nasional dalam memastikan mudik yang aman dan berkeselamatan.

Dalam paparannya, Awaluddin menegaskan bahwa fokus Jasa Raharja pada Angkutan Lebaran 2026 adalah percepatan jaminan dan penguatan upaya keselamatan transportasi.

“Dalam konteks ini, tugas Jasa Raharja bukan hanya membayarkan santunan kepada korban kecelakaan saja, tetapi kami memastikan negara hadir secara cepat, terintegrasi, dan tanpa penundaan saat ada risiko kecelakaan pada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 sangat ditentukan oleh sinergi dalam satu ekosistem keselamatan nasional. Sejak Januari hingga Februari 2026, Jasa Raharja telah melakukan survei di sejumlah jalur tol dan jalan arteri bersama Jasa Marga, serta mengecek kesiapan simpul transportasi kritis seperti Pelabuhan Bakauheni–Merak.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Jasa Raharja mengerahkan 2.000 personel di seluruh Indonesia, membentuk 29 tim reaksi cepat di 29 kantor wilayah, menyiapkan 25 pos pelayanan terpadu bersama pemangku kepentingan, serta mendirikan 15 tenda taktis di titik strategis. Selain itu, dilakukan 92 kegiatan dukungan keselamatan dan pemasangan 1.700 titik imbauan keselamatan lalu lintas.

BACA JUGA: Sembako Murah FWE Kalsel Ludes Terjual di Kertak Hanyar

Sementara itu, Wakapolri Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

“Dengan potensi pergerakan masyarakat yang besar, Polri bersama seluruh stakeholder akan mengoptimalkan manajemen rekayasa lalu lintas seperti ganjil genap, one way, contraflow, hingga buffer zone di pelabuhan agar pengamanan berjalan efektif dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Kehadiran Jasa Raharja dalam Rakor Lintas Sektoral tersebut menegaskan komitmen perusahaan dalam memastikan perlindungan bagi masyarakat berjalan cepat, terintegrasi, dan tepat sasaran selama periode Idulfitri 2026, sekaligus memperkuat pelayanan publik yang berorientasi pada keselamatan.

Sumber: Jasa Raharja

Lebih baru Lebih lama