![]() |
| PENGELOLAAN: H. Muhammad Yamin HR soroti penganan dan pengelolaan sampah Pasar Wadai Banjarmasin - Foto Dok Medcent Banjarmasin |
BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menyoroti persoalan penataan dan pengelolaan sampah di kawasan Pasar Wadai Ramadan. Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa kegiatan pasar kuliner musiman tersebut tidak hanya berorientasi pada geliat ekonomi, tetapi juga harus dibarengi dengan pengelolaan lingkungan yang tertib dan bertanggung jawab.
Hal tersebut disampaikannya saat ditemui usai agenda rapat pada Kamis (5/3/2026). Yamin menyebut, sejumlah pedagang sempat menyampaikan berbagai masukan terkait pengelolaan Pasar Wadai, khususnya mengenai penataan tenant serta penanganan sampah di area tersebut.
Menurutnya, keluhan tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait agar persoalan yang sama tidak terus berulang setiap tahun.
“Beberapa pedagang di Pasar Wadai menyampaikan keluhan. Kita berharap dinas terkait dapat menyikapi hal ini dan berkoordinasi dengan pihak penyelenggara serta Disbudporapar agar penataan pasar dan pengelolaan sampah bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Pasar Wadai Ramadan merupakan agenda tahunan yang selalu dipadati masyarakat selama bulan suci. Meski memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi, tingginya aktivitas pedagang dan pengunjung juga memicu peningkatan timbulan sampah.
Karena itu, Pemkot Banjarmasin menilai penanganan sampah tidak cukup hanya sebatas pengangkutan dan pembuangan, tetapi harus dimulai dari proses pemilahan serta pengolahan sejak dari sumbernya.
Yamin menjelaskan bahwa para pedagang memang diberikan fasilitas berjualan tanpa dikenakan biaya sewa tenant. Meski demikian, pengelolaan kawasan pasar, terutama dalam hal kebersihan dan keamanan, tetap harus dilakukan secara profesional.
“Tenant di Pasar Wadai ini gratis, tidak dipungut biaya. Namun pengelolaan kebersihan dan sampahnya harus tetap menjadi perhatian. Sampah tidak boleh sekadar diangkut dan dibuang ke luar daerah, tetapi harus dipilah antara organik dan nonorganik, kemudian diolah dengan baik,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penanganan persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah daerah. Menurutnya, semua pihak perlu terlibat, termasuk anggota DPRD yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
Ia berharap para wakil rakyat dapat turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mengurangi penggunaan plastik serta membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
“Masalah sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kami berharap kawan-kawan di DPRD juga ikut menyampaikan kepada masyarakat dan konstituennya tentang pentingnya mengurangi sampah plastik serta memilah dan mengolah sampah sejak dari sumber,” tambahnya.
Yamin juga menilai pesan tentang pengurangan sampah harus terus disampaikan secara konsisten, baik melalui forum resmi maupun dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat.
Dengan penataan kawasan yang lebih baik serta pengelolaan sampah yang tertib, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap Pasar Wadai Ramadan tidak hanya menjadi pusat kuliner favorit masyarakat, tetapi juga menjadi contoh bagaimana kegiatan ekonomi rakyat dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga kebersihan kota dan kelestarian lingkungan. (naz/fsl)

