RUPIAH -Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Kalimantan 2026 untuk menjangkau wilayah terpencil dan memastikan ketersediaan uang layak edar sekaligus edukasi keuangan masyarakat.(ist)
BANUATODAY.COM,BANJARMASIN -Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Kalimantan 2026 untuk menjangkau wilayah terpencil dan memastikan ketersediaan uang layak edar sekaligus edukasi keuangan masyaraka
Tim ekspedisi diberangkatkan dari Dermaga 100 Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Senin (27/4). Kegiatan ini menyasar sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, khususnya daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Pelepasan dilakukan Komandan Komando Daerah XIII, Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji, bersama Kepala Perwakilan BI Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi. Turut mendampingi Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra.
Ekspedisi ini merupakan sinergi BI dan TNI AL, khususnya Kodaeral XIII bersama jajaran Lanal Balikpapan dan Lanal Banjarmasin, dalam mendistribusikan sekaligus mengamankan uang rupiah ke wilayah yang sulit dijangkau.
"Dengan kondisi geografis Kalimantan yang menantang, kegiatan ini sangat strategis untuk memastikan masyarakat hingga pesisir sungai dapat mengakses uang layak pakai serta memahami pentingnya rupiah sebagai simbol kedaulatan negara,"ujar Sumarji Bimoaji.
Selama pelaksanaan 27 hingga 30 April 2026, tim ekspedisi akan menyasar sejumlah wilayah perairan, di antaranya Tarakan, Balikpapan, hingga aliran Sungai Kuripan di Barito Kuala, meliputi Desa Rimbun Tulang dan sekitarnya.
Untuk mendukung kegiatan, TNI AL mengerahkan sejumlah armada, seperti Speed Patroli Kodaeral XIII, Patkamla Lanal Balikpapan, serta Kal Kumai II-13-51 dari Lanal Banjarmasin.
Tak hanya mendistribusikan uang, ekspedisi ini juga diisi berbagai kegiatan edukatif. Di antaranya program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, sosialisasi QRIS, BI Mengajar, layanan kesehatan, hingga edukasi tanggap bencana.
Kepala Perwakilan BI Kalsel, Fadjar Majardi, menegaskan kegiatan ini merupakan komitmen BI dalam menjaga kepercayaan publik terhadap rupiah.
"Melalui sinergi ini, kami memastikan ketersediaan uang tunai yang aman dan layak edar, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan rupiah dan transaksi non-tunai seperti QRIS," jelasnya.
Ia menambahkan, distribusi uang dilakukan dengan prinsip."tepat jumlah, tepat pecahan, dan tepat waktu agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal," imbuhnya.(naz/fsl)

