Trending

DPRD Banjar Turun Tangan, Polemik Banjir Perumahan Temui Titik Terang

PERTEMUAN: DPRD Banjar bersama developer dan warga lakukan pertemuan guna mencari solusi terkait banjir di kawasan perumahan - Foto Dok Istimewa 


BANUATODAY.COM, MARTAPURA – Permasalahan banjir yang dikeluhkan warga di kawasan perumahan akhirnya mendapat titik terang setelah digelar pertemuan bersama yang difasilitasi DPRD Kabupaten Banjar melalui Komisi III.

Dalam pertemuan tersebut, pihak developer dan pemerintah membahas sejumlah solusi untuk mengatasi genangan air yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Perwakilan PT fitria, Syafrani menjelaskan, ada beberapa poin penting yang telah disepakati dalam pertemuan tersebut. Salah satunya yakni monitoring langsung ke lapangan guna memastikan kondisi drainase dan saluran air berjalan sesuai harapan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Selain itu, terdapat opsi penghibahan sebagian lahan untuk dijadikan jalan umum yang nantinya akan dikelola Pemerintah Kabupaten Banjar. Jalan tersebut diharapkan dapat digunakan bersama oleh masyarakat sekitar.

“Yang pertama tentu kami bersyukur sudah difasilitasi DPRD Kabupaten Banjar, khususnya Komisi III. Ada beberapa poin yang dihasilkan, termasuk monitoring langsung ke lapangan agar tidak terjadi lagi hal-hal seperti yang dilaporkan warga,” ujarnya.

PT fitria juga menyatakan kesiapan bekerja sama dengan developer lain, termasuk pihak Arwana, dalam pembangunan saluran drainase dan irigasi guna memperlancar aliran air.

Menurutnya, pihak perusahaan sebenarnya telah membangun parit tambahan sepanjang kurang lebih 200 meter dengan lebar sekitar 110 sentimeter dan kedalaman mencapai 1,5 meter. Selain itu, sumur resapan juga telah dibangun sebagai langkah antisipasi banjir.

“Kami sudah membuat parit tambahan sesuai anjuran Perkim agar air lebih lancar dan ada resapan juga di sana,” katanya.

Ia menjelaskan, persoalan utama saat ini adalah belum tersambungnya saluran air milik PT fitria dengan saluran menuju kawasan Arwana yang memiliki akses langsung ke embung.

“Kalau saluran itu sudah terkoneksi ke Arwana, insya Allah banjir tidak akan terjadi lagi karena di sana ada akses menuju embung,” jelasnya.

Pihak perusahaan juga mengaku telah membangun empat titik embung di area atas kawasan perumahan untuk memecah aliran air hujan agar tidak langsung turun ke kawasan permukiman warga.

Sementara itu, usai pertemuan, wakil ketua komisi III DPRD Banjar, Hasan Hamdan menyebut solusi jalan tengah telah ditemukan antara warga, PT fitria, dan pihak MGI.

“Alhamdulillah tadi kita sudah mendapatkan solusi jalan tengah dari pihak MGI dan PT fitria. Ada warga yang juga memberikan tanahnya untuk dibuatkan jalan baru yang nantinya akan dibantu pemerintah daerah,” ungkapnya.

Terkait penanganan banjir, Hasan Hamdan menyebut pihak developer siap meningkatkan kapasitas sumur resapan agar lebih besar dari sebelumnya.

“Masyarakat tadi meminta penutupan kembali, namun koordinasinya sudah selesai dibahas. Untuk masalah banjir juga sudah ada solusi. PT fitria siap membuat sumur resapan yang lebih besar,” katanya.

DPRD pun meminta seluruh pengerjaan penanganan banjir tersebut dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan agar dampaknya segera dirasakan masyarakat. (naz/fsl)

Lebih baru Lebih lama