BANUATODAY.COM, JAKARTA – Jasa Raharja menggelar kegiatan “Ngobrol Keselamatan Lalu Lintas bareng Komunitas” dengan menghadirkan Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat sinergi dan membangun budaya keselamatan berlalu lintas di kalangan komunitas pengemudi online maupun konvensional.
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus edukasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem keselamatan jalan raya, mulai dari aparat kepolisian, rumah sakit, hingga komunitas pengemudi yang setiap hari berada di jalan.
BACA JUGA: Wali Kota Yamin Buka Kejuaraan Panjat Tebing Meriahkan 500 Tahun Banjarmasin
Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin mengatakan, komunitas pengemudi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat. Menurutnya, para pengemudi juga dapat menjadi bagian penting dalam mempercepat penyampaian informasi saat terjadi kecelakaan lalu lintas.
Dalam kegiatan tersebut, Jasa Raharja turut menyosialisasikan fitur Lapor Laka pada aplikasi JRKu sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan publik perusahaan. Fitur tersebut dihadirkan untuk mempermudah masyarakat melaporkan kecelakaan lalu lintas secara cepat dan terintegrasi sehingga mendukung percepatan penanganan korban.
“Penanganan golden period bisa menjadi titik krusial untuk menekan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. Komunitas yang setiap hari berada di jalan raya dapat menjadi first responder untuk memberikan informasi lebih cepat,” ujar Awaluddin.
Ia menambahkan, kehadiran fitur tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat maupun keluarga korban yang mengalami kebingungan saat kecelakaan terjadi, terutama terkait langkah awal memperoleh penanganan dan informasi layanan secara cepat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kolaborasi bersama komunitas pengemudi sebagai bagian dari budaya keselamatan di jalan raya. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan. Karena itu, kami terus memperkuat transformasi digital pelayanan agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat, mudah, dan responsif,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kakorlantas Polri, Agus Suryo Nugroho menegaskan bahwa keselamatan lalu lintas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas pengemudi yang menjadi garda terdepan di jalan raya.
Menurutnya, keselamatan berlalu lintas tidak dapat dibangun sendiri dan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
“Fitur Lapor Laka di aplikasi JRKu ini sangat bagus dalam lompatan layanan digital. Tinggal nanti kita bisa sama-sama sempurnakan. Intinya, bagaimana kita bisa melayani masyarakat secara bersama-sama. Karena keselamatan terhadap jiwa orang adalah tugas kita bersama,” ujar Agus.
Dukungan terhadap inisiatif tersebut juga disampaikan Direktur Nonmedik RS Husada, dr. Fushen. Menurutnya, percepatan informasi kecelakaan sangat membantu rumah sakit dalam mempersiapkan penanganan medis terhadap korban.
“Kami menyambut baik fitur Lapor Laka ini karena akan memotong banyak waktu yang mengefisienkan pelayanan terhadap pasien atau korban dalam golden period, sehingga memperbesar kemungkinan keberhasilan pelayanan medis terhadap korban,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan mitra pengemudi online dan konvensional juga menyambut baik sosialisasi fitur tersebut. Mereka menilai fitur Lapor Laka JRKu dapat membantu pengemudi berkontribusi lebih cepat dalam proses pelaporan kecelakaan di lapangan.
“Sangat mendukung dengan adanya fitur di aplikasi JRKu ini. Semoga JRKu bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Dwi Susanti.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran direksi Jasa Raharja, Direktur Administrasi dan Keuangan RS Pelni, Fauziah Ferryna, perwakilan Rumah Sakit Polri Tingkat I Kramat Jati, serta komunitas pengemudi dari Gojek, Grab, Maxim, inDrive, Xanh SM, dan Bluebird Group.
Sumber: Jasa Raharja

