![]() |
| UNGKAP: Polres Banjar catatkan hasil signifikan pelaksanaan Operasi Antik Intan 2026 - Foto Dok Istimewa |
BANUATODAY.COM, MARTAPURA – Kepolisian Resor Banjar mencatat hasil signifikan dalam pelaksanaan Operasi Antik Intan 2026 yang berlangsung sejak 12 hingga 25 Mei 2026. Dalam kurun waktu sekitar dua pekan, Polres Banjar berhasil mengungkap 46 kasus penyalahgunaan narkoba dengan total 54 tersangka, Selasa(26/05/2026).
Kapolres Banjar, AKBP Dr. Fadli, S.H., S.I.K., M.Si.. dalam keterangannya menyebutkan, capaian tersebut menjadi salah satu pengungkapan kasus narkoba terbanyak di jajaran Polda Kalimantan Selatan selama pelaksanaan operasi.
“Dalam Operasi Antik ini, kami dari Polres Banjar berhasil mengungkap 46 kasus dengan 54 tersangka. Dalam sehari bisa mengungkap dua sampai tiga pelaku penyalahgunaan narkoba,” ujarnya
Dari total tersangka yang diamankan, sebanyak 50 orang berjenis kelamin laki-laki dan empat orang perempuan. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa sabu seberat 86,62 gram, 368 butir psikotropika, serta 26 butir ekstasi.
Para tersangka dijerat Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal enam tahun hingga maksimal 20 tahun penjara.
Kapolres menegaskan, tingginya angka pengungkapan kasus tersebut bukan menjadi kebanggaan bagi pihak kepolisian, melainkan sebuah kondisi yang memprihatinkan.
“Kasus narkoba ini sudah tidak bisa dianggap sepele. Dengan hasil pengungkapan dalam dua minggu ini saja sudah sangat luar biasa. Itu baru yang ketahuan, belum yang tidak ketahuan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, untuk ikut membantu upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Banjar. Menurutnya, dampak penyalahgunaan narkoba sangat besar, baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, Bupati banjar diwakili asisten perekonomian dan pembangunan Kabupaten Banjar, H. Ikhwansyah yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi langkah cepat jajaran Polres Banjar dalam memberantas peredaran narkoba.
“Data yang disampaikan tadi tentunya menjadi perhatian kita bersama. Kalau dianalisis, hampir setiap hari ditemukan satu hingga dua kasus. Ini menjadi pekerjaan bersama untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian juga berkomitmen memperkuat langkah pencegahan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari kepala desa, lurah, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda.
Kapolres menambahkan, upaya pencegahan telah mulai dilakukan dengan mengumpulkan sekitar 250 kepala desa dan lurah se-Kabupaten Banjar guna membangun sinergi dalam memerangi narkoba dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Kami ingin bersama-sama menjaga Kabupaten Banjar agar tetap aman, tertib, dan bebas dari gangguan narkoba. Jika situasi aman dan penyalahgunaan narkoba bisa ditekan, maka kamtibmas juga akan tetap terjaga,” pungkasnya. (naz/fsl)

