![]() |
| PETUALANGAN: GEAR ULTIMA jajal jalur ekstrem Sulawesi Selatan - Foto Dok Yamaha |
BANUATODAY.COM, MAKASSAR – Yamaha resmi memulai petualangan GEAR ULTIMATE RIDE Celebes Expedition dengan menjadikan rute Makassar menuju Toraja sebagai etape pembuka. Menempuh perjalanan sekitar 500 kilometer, ekspedisi ini tidak hanya menyajikan keindahan alam khas Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi ajang pembuktian performa dan ketangguhan Yamaha GEAR ULTIMA di berbagai kondisi jalan.
Perjalanan ini melanjutkan rangkaian pembuktian yang sebelumnya sukses dilakukan Yamaha melalui perjalanan Jakarta–Bali sejauh lebih dari 1.200 kilometer. Kini, medan Sulawesi dipilih karena menawarkan karakter jalan yang beragam, mulai dari jalur antarkota, pegunungan, hingga trek ekstrem yang menantang.
Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Rifki Maulana, mengatakan bahwa ekspedisi kali ini bertujuan untuk menguji seluruh keunggulan GEAR ULTIMA secara menyeluruh.
"Melalui GEAR ULTIMATE RIDE Celebes Expedition, kami ingin membuktikan kemampuan GEAR ULTIMA, mulai dari performa mesin Blue Core Hybrid 125cc saat melibas tanjakan, kepraktisan fitur-fitur yang dimiliki, hingga teknologi canggih yang tersedia pada varian terbarunya. Sulawesi dipilih karena memiliki beragam karakter jalan yang ideal untuk menguji ketangguhan skutik ini," ujarnya.
Petualangan dimulai dari Makassar menuju Maros dengan suguhan panorama batuan karst yang ikonik, hamparan pantai, serta jalur panjang yang memungkinkan peserta merasakan performa optimal mesin Blue Core Hybrid 125cc. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Sidrap, rombongan menyempatkan diri mengunjungi Bukit Maddo, salah satu destinasi tersembunyi di Maros yang menawarkan pemandangan perbukitan hijau nan memukau.
Di Sidrap, Yamaha GEAR ULTIMA diuji kemampuannya dengan membawa beban hasil panen padi seberat hampir 200 kilogram. Berkat rangka yang kokoh dan handling yang ringan, skutik ini mampu menjalankan tantangan tersebut dengan baik, membuktikan fungsinya tidak hanya untuk mobilitas sehari-hari tetapi juga kebutuhan yang lebih berat.
Perjalanan berlanjut menuju Enrekang hingga Toraja dengan kondisi jalan yang semakin menantang. Tikungan tajam, tanjakan curam, jalur berbatu, hingga medan tanah saat menuju Lembah Ollon menjadi arena pembuktian berikutnya. GEAR ULTIMA tetap menunjukkan performa stabil berkat desain bodi yang proporsional serta penggunaan ban bertapak lebar yang mendukung kenyamanan dan pengendalian kendaraan.
Tantangan semakin terasa saat rombongan melintasi kawasan Buntu Burake dan Buntu Sarira yang dikenal memiliki tanjakan ekstrem dan jalur yang membelah formasi batuan karst. Namun, seluruh medan tersebut berhasil dilalui dengan baik hingga peserta disuguhi panorama alam Toraja yang memikat.
Ekspedisi etape pertama ditutup dengan perjalanan menuju Negeri di Atas Awan Lolai. Jalur dengan elevasi tinggi dan tanjakan panjang menjadi ujian terakhir. Meski membawa perlengkapan perjalanan selama beberapa hari, GEAR ULTIMA tetap mampu memberikan performa responsif dan bertenaga.
Salah satu peserta, Dean Prayuda, menilai rute Makassar–Toraja sangat tepat dijadikan pembuka ekspedisi karena mampu menggambarkan kemampuan sesungguhnya dari GEAR ULTIMA.
"Perjalanan ini menunjukkan bahwa GEAR ULTIMA benar-benar tangguh untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perjalanan antarkota, eksplorasi destinasi tersembunyi, hingga membawa banyak barang berkat handle belakang multifungsinya. Selain itu, kami juga bisa menikmati kekayaan budaya Toraja seperti kawasan Londa dan Kete Kesu," ungkapnya.
Keberhasilan etape perdana ini menjadi modal positif bagi Yamaha GEAR ULTIMA untuk melanjutkan ekspedisi ke berbagai wilayah lain di Pulau Sulawesi. Yamaha berharap perjalanan berikutnya semakin mempertegas keunggulan GEAR ULTIMA sebagai skutik multiguna yang andal bagi keluarga muda Indonesia. (naz/fsl)

