BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Drs. Saut Nathan Samosir, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar di Kedai 99 Trisakti, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Telaga Biru, Selasa (14/7/2026).
Warga dari Kelurahan Basirih dan Telawang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian.
Dalam dialog bersama warga, persoalan infrastruktur menjadi salah satu isu yang paling banyak dikeluhkan. Saut mengungkapkan, masyarakat kembali mempertanyakan kondisi jembatan di kawasan Basirih yang telah lama rusak, serta gang permukiman yang dinilai perlu diperlebar.
Menurutnya, usulan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah daerah melalui agenda reses sebelumnya. Bahkan, pihaknya telah meninjau langsung lokasi di sekitar RT 16 dan RT 17, belakang SMP Negeri 25 Banjarmasin. Namun hingga kini, realisasinya belum terlihat.
"Keluhan masyarakat hari ini semakin beragam dan mereka semakin terbuka menyampaikan persoalan yang dihadapi. Salah satu yang paling mendesak adalah kondisi infrastruktur di Basirih, terutama jembatan yang rusak dan jalan lingkungan yang masih sempit. Padahal usulan ini sudah berulang kali kami sampaikan," ujarnya.
Ia menilai akses tersebut sangat penting karena setiap hari digunakan masyarakat, termasuk para pelajar. Selain itu, rencana pengerukan sungai di sekitar lokasi menggunakan alat berat berukuran kecil juga belum terealisasi.
Selain infrastruktur, warga turut mengeluhkan persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang mendadak tidak aktif. Saut mengatakan, banyak warga mengaku kehilangan status kepesertaan tanpa mengetahui penyebabnya.
Ia memastikan persoalan tersebut akan segera dikoordinasikan dengan Dinas Sosial sebagai mitra kerja Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin agar data kepesertaan dapat disinkronkan dan masyarakat memperoleh kepastian.
"Keluhan mengenai BPJS dan KIS masih terus muncul. Ada yang tiba-tiba tidak aktif, bahkan setelah diaktifkan kembali kemudian kembali bermasalah. Ini akan kami koordinasikan dengan Dinas Sosial agar penyebabnya jelas dan masyarakat tidak terus dirugikan," katanya.
Persoalan pendidikan juga menjadi perhatian dalam reses tersebut. Berdasarkan laporan warga, masih terdapat anak usia sekolah dasar yang terpaksa berhenti belajar karena keterbatasan ekonomi.
Saut menyatakan pihaknya akan mendampingi keluarga yang bersangkutan agar anak-anak tersebut dapat kembali bersekolah melalui mekanisme zonasi. Selain itu, DPRD juga akan mengawal proses pengajuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) melalui sekolah agar mereka memperoleh bantuan pendidikan.
"Kami akan mendampingi prosesnya, mulai dari pendaftaran sekolah hingga pengajuan bantuan pendidikan. Yang terpenting adalah anak-anak ini bisa kembali melanjutkan sekolah," jelasnya.
Tak hanya itu, warga juga meminta pemerintah segera menambah fasilitas keselamatan lalu lintas, seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) dan pemasangan kaca cembung di sejumlah titik yang dinilai rawan kecelakaan, khususnya di kawasan Basirih.
Menurut Saut, seluruh aspirasi yang diterima akan menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah daerah agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing instansi.
"Semua masukan masyarakat akan kami bawa dan koordinasikan dengan dinas terkait. Harapannya, persoalan yang selama ini dikeluhkan warga bisa segera mendapatkan solusi," pungkasnya.(naz/fsl)

.heic)