BANUATODAY.COM,MARTAPURA – Kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Martapura menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hingga Juli, bank milik Pemerintah Kabupaten Banjar itu mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Umum dan Operasional BPR Martapura, Khairudin Fadeli, SP., mengatakan peningkatan tersebut merupakan hasil dari pelaksanaan Rencana Bisnis Bank (RBB) yang telah ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Yang jelas kinerja kami sampai Juli ini lebih baik dari tahun sebelumnya, ada peningkatan,” ujarnya.
Khairudin menyebut, pertumbuhan kinerja BPR Martapura juga terlihat pada 2025. Dibandingkan 2024, kinerja perusahaan saat itu tumbuh lebih dari 20 persen.
Capaian tersebut menjadi modal bagi manajemen untuk kembali menjaga tren pertumbuhan pada 2026. Terlebih, pemegang saham terus mendorong peningkatan kinerja perusahaan, baik dari sisi penyaluran kredit, penghimpunan dana maupun perolehan laba.
“Pemilik pasti ingin kinerja perusahaan itu setiap tahun meningkat. Jadi kami menyesuaikan dengan rencana bisnis bank yang sudah ditetapkan,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Bisnis BPR Martapura, Irhamdi, S.Sos., mengatakan kondisi ekonomi pascapandemi turut mengubah pola penyaluran kredit.
Menurutnya, sektor usaha produktif belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi. Kondisi tersebut membuat BPR Martapura lebih banyak mengandalkan kredit konsumtif, khususnya kredit pegawai dan kredit sertifikasi guru.
“Sekarang banyak kita melaksanakan kredit konsumtif. Ada kredit pegawai, ada kredit sertifikasi guru. Itu lebih menjamin untuk kelancaran kredit,” katanya.
Meski kredit konsumtif menjadi salah satu andalan, BPR Martapura tetap berupaya memperkuat pembiayaan sektor produktif. Tantangannya, kondisi ekonomi masyarakat seperti petani dan pelaku usaha masih dipengaruhi berbagai faktor, termasuk musim kemarau yang berdampak terhadap aktivitas ekonomi.
Irhamdi menegaskan, manajemen harus terus mencari strategi agar pertumbuhan perusahaan tidak hanya terjadi pada penyaluran kredit, tetapi juga penghimpunan dana dan laba.
“Kami harus mencari solusi bagaimana BPR ini semakin lama semakin meningkat, baik dari segi penyaluran kredit, penghimpunan dana maupun laba,” ujarnya.
Pertumbuhan laba menjadi perhatian penting karena BPR Martapura juga diharapkan mampu memberikan kontribusi yang semakin besar kepada Pemerintah Kabupaten Banjar melalui dividen.
Dengan kombinasi penguatan kredit konsumtif, dorongan terhadap sektor produktif serta peningkatan penghimpunan dana, manajemen optimistis kinerja BPR Martapura dapat terus tumbuh hingga akhir 2026 dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah.(yan/fsl)

