BANUATODAY.COM,GAMBUT – Komandan Kodaeral XIII, Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji, meninjau langsung lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pos Karhutla Makmur, kawasan Hutan Lindung, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (29/08).
Dalam peninjauan lapangan tersebut, Dankodaeral XIII didampingi oleh Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra, S.H., M.Tr.Opsla, Palaksa Lanal Banjarmasin Mayor Laut (P) Mohamad Rifan, Pasops Lanal Banjarmasin Mayor Laut (P) Tri Sumaryanto, serta Dankal Kumai II-13-51 Kapten Laut (P) Supriyadi.
Berdasarkan laporan di lapangan, titik api pertama kali terdeteksi merambat pada lahan gambut sekitar pukul 11.00 WITA.
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi (5.000\text{ m}^2) dengan jenis vegetasi sabana atau padang rumput yang diselingi pepohonan.
Cuaca ekstrem, kondisi lahan yang sangat kering, serta musim kemarau panjang diduga menjadi pemicu utama cepatnya penyebaran api.
Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji menyampaikan bahwa peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal dan personel tergelar secara tepat.
"Kami turun langsung untuk melihat kondisi riil di lapangan serta memastikan seluruh jalur penanganan dan koordinasi lintas instansi berjalan cepat. Lahan gambut memiliki karakter yang sangat spesifik dan berisiko tinggi saat musim kemarau," ujar Dankodaeral XIII Laksda TNI Sumarji Bimoaji di lokasi peninjauan.
Guna memadamkan kobaran api dan melokalisasi area pemukiman warga sekitar, Lanal Banjarmasin menerjunkan tim tanggap darurat dengan mengerahkan 2 unit pompa air (alkon), 14 rol selang pemadam sepanjang masing-masing 20 meter, serta 2 unit nozzle pemadam.
Upaya pemadaman ini dilaksanakan berkolaborasi erat dengan tim dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel dan unsur relawan lokal.
Meski demikian, petugas pemadam di lapangan menghadapi dua kendala utama, yaitu jarak sumber air yang cukup jauh dari titik utama api serta karakteristik tanah gambut di mana api merambat di bawah permukaan tanah (ground fire) sehingga rentan menyala kembali jika penyiraman tidak dilakukan hingga tuntas.
Sementara itu, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra menegaskan bahwa jajarannya tidak hanya melakukan pemadaman permukaan, tetapi juga metode pemadaman mendalam (smoldering control).
"Tantangan terbesar kita adalah api bawah permukaan gambut. Oleh karena itu, personel Lanal Banjarmasin bersama Dinas Kehutanan terus melakukan pembasahan secara masif (wetting process) agar tidak memicu titik api baru (hotspot). Kami menyiagakan personel 24 jam di posko untuk mengantisipasi potensi perluasan," tegas Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra.
TNI Angkatan Laut melalui Lanal Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus bersiaga penuh dan bersinergi dengan pemerintah daerah, BPBD, serta instansi terkait demi mengamankan wilayah kerja Lanal Banjarmasin dari ancaman Karhutla yang berkelanjutan.(yan/fsl)

