| RESMI: Hj. Ananda dan para pengurus lainnya yang dilantik sebagai jajaran kepengurusan masa bakti 2025-2030/Foto Naza |
BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – Hj Ananda resmi dilantik sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin bersama jajaran kepengurusan masa bakti 2025–2030. Pelantikan dilakukan Ketua PMI Provinsi Kalimantan Selatan Gusti Iskandar Sukma Alamsyah di Aula Khatib Dayyan, Sekretariat Bersama (Sekber) Kota Banjarmasin, Selasa (1/9/2026).
Prosesi pelantikan tersebut turut disaksikan Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR bersama sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran PMI.
Dalam prosesi tersebut, Gusti Iskandar menyerahkan bendera PMI kepada Hj Ananda. Penyerahan itu menjadi simbol amanah sekaligus estafet tanggung jawab kepemimpinan PMI Kota Banjarmasin.
“Saya Ketua PMI Provinsi Kalsel menyerahkan bendera ini untuk dikibarkan setinggi-tingginya di wilayah Kota Banjarmasin,” ujar Gusti Iskandar.
Ia menegaskan, pelantikan kepengurusan baru PMI Kota Banjarmasin telah dilaksanakan berdasarkan mekanisme organisasi dan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PMI.
“Pelantikan hari ini adalah sesuai dengan AD/ART PMI,” katanya.
Sebelumnya, PMI Provinsi Kalimantan Selatan juga telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor 170/KEP/PD-KS/ORG/VIII/2026 tentang Pengesahan Pengurus PMI Kota Banjarmasin Masa Bakti 2025–2030. SK tersebut ditandatangani Gusti Iskandar dan secara simbolis diserahkan kepada Hj Ananda pada 22 Agustus 2026 di Banjarbaru.
Usai dilantik, Hj Ananda menyampaikan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus kepengurusan baru. Tiga di antaranya adalah penguatan organisasi, penguatan relawan, serta penguatan Unit Donor Darah (UDD).
Menurut Ananda, ketersediaan darah menjadi salah satu persoalan yang perlu segera mendapat perhatian. Kebutuhan darah masyarakat dapat muncul kapan saja sehingga PMI dituntut mampu menjaga ketersediaan stok.
“Suplai darah ini akan jadi perhatian utama, karena kita tahu setiap saat sepertinya Banjarmasin masih kekurangan suplai darah. Makanya kita akan fokus menyuplai darah itu,” tutur Ananda.
Untuk mendukung pembenahan organisasi, Ananda juga berencana melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh, termasuk mengevaluasi dan menata kembali aset yang dimiliki PMI Kota Banjarmasin.
“Kami konsolidasi lebih dalam dan kami hadirkan juga audit dari eksternal untuk mengaudit PMI secara keseluruhan,” jelasnya.
Selain persoalan organisasi dan donor darah, kepengurusan baru juga mulai menyiapkan penguatan sektor penanggulangan bencana. PMI Kota Banjarmasin berencana menyiapkan stok logistik atau buffer stock untuk kebutuhan korban kebakaran, termasuk memperkuat kesiapsiagaan terhadap kebakaran permukiman, karhutla, dan kebutuhan air bersih.
PMI juga berencana menyiapkan rumah atau posko siaga bencana sebagai pusat koordinasi sekaligus mempercepat mobilisasi relawan dan bantuan ketika terjadi bencana.
Pelantikan kepengurusan baru tersebut berlangsung di tengah adanya gugatan terkait kepengurusan PMI Kota Banjarmasin. Gusti Iskandar mengatakan PMI Provinsi Kalimantan Selatan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan siap memberikan penjelasan mengenai dasar serta legal standing kepengurusan yang dilantik.
“Kita tunggu saja. Kita akan jelaskan di pengadilan mengenai legal standing kita,” ujar Gusti Iskandar.
Meski terdapat dinamika organisasi, Gusti Iskandar menekankan bahwa persoalan tersebut tidak boleh menggeser fokus utama PMI sebagai organisasi kemanusiaan. Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat pelayanan dan semakin hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR mendorong kepengurusan PMI yang baru untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan.
Dengan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Hj Ananda, PMI Kota Banjarmasin diharapkan dapat memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan pelayanan kemanusiaan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan darah, kesiapsiagaan bencana, serta respons cepat terhadap masyarakat yang membutuhkan. (naz/fsl)
