![]() |
| PERKUAT: Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin bekali mahasiswa raih prestasi Nasional dan Internasional/Foto Naza |
BANUATODAY.COM, BANJARMASIN – Dalam upaya mencetak mahasiswa yang berprestasi dan berdaya saing tinggi, Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin berkolaborasi dengan Program Studi (Prodi) S-1 Administrasi Publik menggelar Pelatihan Penulisan Esai. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Tutorial Lantai 2, Kantor UT Banjarmasin, pada Sabtu (26/9/2026).
Wakil Dekan Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum (Wakil Dekan II) Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) UT, Yanti Hermawati, S.So.I., M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari penguatan status Prodi Unggul. Menurutnya, sebuah prodi yang unggul harus mampu melatih mahasiswanya untuk meraih prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Mahasiswa yang mengikuti pelatihan tatap muka ini adalah mahasiswa pilihan. Sebelumnya, mereka telah mengikuti pelatihan secara daring untuk mempersiapkan naskah. Jadi, kegiatan hari ini adalah pemantapan agar kualitas tulisan mereka lebih bagus lagi dan siap diikutkan dalam perlombaan," jelas Yanti.
Yanti berharap, melalui kompetensi menulis ini, mahasiswa UT bisa semakin semangat dalam meraih prestasi non-akademik, yang pada akhirnya akan sangat membantu mempertahankan akreditasi unggul bagi prodi.
Dalam pelatihan ini, mahasiswa dibekali langsung oleh pakar penulisan, salah satunya Dosen S1 Administrasi Publik UT Dr. Nur Ambia, M.A.P. Ia menekankan bahwa sebuah esai yang baik harus memenuhi tiga struktur utama: pendahuluan, isi, dan penutup.
Lebih lanjut, Dr. Nur Ambia membagikan tips jitu agar naskah esai bisa dilirik oleh dewan juri lomba. Menurutnya, mahasiswa harus mengangkat isu-isu terkini yang krusial dan menawarkan solusi yang inovatif.
"Inovasi dari solusi tersebut bisa dijadikan judul. Judul harus menarik dan memperlihatkan secara jelas permasalahannya serta solusi yang ditawarkan. Selain itu, kalimat pembuka di bagian pendahuluan sangatlah krusial. Jika kalimat awalnya kurang menarik dan juri tidak mendapatkan point of view penulis, maka naskah itu akan langsung di-skip (dilewati). Harus bisa menarik perhatian pembaca sejak kalimat pertama," paparnya.
Pelatihan ini disambut antusias oleh para peserta. Hami Maulidia, Mahasiswa Semester 6 Administrasi Publik UT Banjarmasin, mengaku mendapatkan banyak ilmu baru yang sangat aplikatif.
"Kami mendapatkan ilmu bagaimana menulis esai dengan baik agar nantinya bisa mengikuti lomba tingkat nasional atau internasional. Selain untuk menunjang prestasi, pelatihan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami, terutama mahasiswa semester akhir, untuk bekal menyusun karya ilmiah nantinya," ujar Hami. Ia pun berharap UT Banjarmasin terus rutin mengadakan pelatihan dan webinar serupa yang dapat meningkatkan kapasitas mahasiswa. (naz/fsl)

