SEKUMPUL : Dinas Kesehatan Kalsel matangkan skema pengamanan kesehatan menjelang acara 5 Rajab di Sekumpul/foto :dokBANUATODAY.COM,BANJARBARU – Dinkes Kalsel Matangkan Skema Pengamanan Kesehatan untuk persiapan menyambut acara 5 Rajab 1448 H di Sekumpul, Martapura.
Karena itu, Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan mulai mematangkan skema pengamanan kesehatan untuk mengantisipasi tingginya mobilitas jemaah selama rangkaian kegiatan.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Guest House Sultan Sulaiman, Martapura, Senin (5/10/2026).
Pertemuan melibatkan Dinkes Kalsel, Dinkes Kabupaten Banjar, Tim Induk Sekumpul, rumah sakit, TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), serta relawan kesehatan.
Kepala Dinkes Kalsel dr H Diauddin mengatakan, pertemuan tersebut jadi langkah awal untuk memastikan kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan kesehatan.
“Hari ini kami bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dan Tim Induk Sekumpul melaksanakan rapat persiapan pengamanan,” ujar Diauddin.
Menurutnya, kegiatan rutin malam Senin yang berdekatan dengan momentum 5 Rajab merupakan agenda tahunan yang selalu menarik kedatangan jemaah dalam jumlah besar.
Jemaah tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan dan daerah lain di Kalimantan. Kedatangan juga diperkirakan dari Pulau Jawa hingga mancanegara.
“Bahkan ada yang datang dari luar Indonesia,” katanya.
Besarnya potensi konsentrasi massa membuat pengamanan kesehatan tidak bisa mengandalkan satu unsur.
Kesiapan tenaga medis, rumah sakit, PMI dan relawan perlu disinergikan agar jemaah yang membutuhkan pertolongan dapat segera mendapat pelayanan.
Persiapan tahun ini juga mengacu pada hasil evaluasi pelaksanaan pengamanan kesehatan pada momentum 5 Rajab sebelumnya.
Diauddin mengatakan evaluasi dilakukan setiap tahun untuk mengetahui kendala maupun kekurangan yang ditemukan di lapangan.
Hasil evaluasi kemudian menjadi bahan untuk memperbaiki pelayanan pada pelaksanaan berikutnya.
“Setiap tahun kita melakukan evaluasi,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan yang telah berlangsung lebih dari dua dekade tersebut, kata Diauddin, membuat pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya jadi salah modal dalam menyusun skema pengamanan kesehatan tahun ini,
Selain kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, Dinkes Kalsel mulai memetakan jumlah sumber daya manusia (SDM) dan relawan yang akan terlibat.
Pendataan diperlukan untuk mengetahui kemampuan personel sekaligus menyesuaikan kebutuhan pelayanan dengan potensi kepadatan jemaah.
Termasuk kemungkinan penambahan posko kesehatan. Namun, jumlah titik layanan belum diputuskan karena masih menunggu kepastian jumlah SDM dan relawan yang tersedia.
“Pertemuan pendahuluan ini kami ingin memastikan terlebih dahulu jumlah SDM dan jumlah relawan,” tutur Diauddin.
Pemetaan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar dalam menentukan cakupan pelayanan kesehatan di lapangan.
Termasuk memastikan respons dapat dilakukan lebih cepat apabila ada jemaah yang mengalami gangguan kesehatan atau kondisi darurat.
“Sehingga persiapan selanjutnya akan terus dimatangkan bersama seluruh unsur terkait,” lugas Diauddin.
Dengan begitu, pengamanan kesehatan diharapkan dapat berjalan lebih terkoordinasi seiring meningkatnya aktivitas dan kedatangan jemaah di kawasan Martapura dan Sekumpul.
“Jadi, kita ingin memastikan semuanya siap sebelum pelaksanaan, sehingga kalau ada kejadian di lapangan bisa cepat ditangani,” pungkas Diauddin.(Yan/fsl)
