Trending

Udara Banjarmasin Maskin Berstatus Bahaya Pasca Hujan Lebat

 

UDARA :Pemandangan Kota Banjarmasin yang tampak memutih diselimuti kabut asap tebal imbas Karhutla/foto:ana

BANUATODAY.COM,BANJARMASIN-Pasca hujan yang menguyur Banjarmasin yang sekitarnya pada Senin sore, ternyata tidak membuat kualitas udara Banjarmasin membaik, karena kualitas udara Banjarmaisn pasca hujan lebat masih berstatus berbahaya.

Berdasarkan pemantauan, Kota Banjarmasin masih berada di angka 280 (Sangat Tidak Sehat) ,dinamika berubah drastis pascahujan. Berdasarkan analisis grafik 24 jam terakhir dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel, guyuran hujan terbukti efektif menyapu konsentrasi polutan di wilayah hulu.

Akumulasi partikel berbahaya ini membuat indeks udara Kita Banjarmasin meroket tajam menjadi 657. Angka ini membawa Banjarmasin langsung ke dalam zona hitam dengan kategori Berbahaya.

Kondisi kepungan asap di kawasan hilir ini juga terkonfirmasi dari lonjakan polusi di daerah penyangganya. Tidak hanya Banjarmasinm grafik Kabupaten Barito Kuala kembali melesat ke angka 2.570 (Berbahaya), sedangkan Kabupaten Banjar merangkak naik memburuk ke level 240 (Sangat Tidak Sehat).

Data tersebut mengindikasikan bahwa kabut asap tidak sepenuhnya hilang, melainkan terdorong angin dan terakumulasi menebal di wilayah perkotaan padat penduduk. 

Menyikapi ancaman udara beracun yang kini mengepung kawasan hilir, Kepala DLH Provinsi Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo langsung mengeluarkan instruksi darurat.

Lewat unggahan di akun instagram resmi DLH Kalsel, ia mewanti-wanti seluruh warga yang wilayahnya masuk zona merah dan hitam agar memperketat mitigasi mandiri.

"Hindari semua aktivitas di luar ruangan. Jika memang terpaksa harus keluar, wajib menggunakan masker standar medis seperti N95," tegas Rahmat. 

Sebagai bentuk pertahanan diri di dalam rumah, Rahmat juga meminta masyarakat agar tidak membiarkan celah udara terbuka yang bisa dimasuki asap.

"Tutup rapat semua pintu dan jendela. Jaga hidrasi tubuh dengan minum air putih yang cukup," pesannya.

Kepada kelompok masyarakat rentan yang memiliki sensitivitas pernapasan, Rahmat secara khusus mengimbau untuk membatasi diri sepenuhnya dari udara luar. 

Warga diminta segera mencari pertolongan medis apabila mulai merasakan gejala sesak napas atau gangguan paru.

DLH Kalsel dipastikan akan terus memantau pergerakan kualitas udara secara real-time untuk menjadi acuan masyarakat. 

“Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi," pungkasnya.(Yan/fsl)

Lebih baru Lebih lama