Trending

Nama-Nama Pengganti Wartono Mulai Mencuat Untuk Dampingi Lisa Halaby

 

MENCUAT : Beberapa nama mulai mencuat untuk mendampingi Lisa Halaby/foto:dok

BANUATODAY.COM, BANJARBARU – ‎Sejumlah nama kini hangat diperbincangkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Wartono Wakil Wali Kota Banjaramsin  usai mengundurkan diri karena sakit.

‎Ada enam nama yang muklai mencuat dan dianggap cocok untuk masuk dalam bursa calon wakil kepala daerah tersebut, enam nama tersebut dalah mantan Wakil dan Wali Kota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, kader Partai Demokrat Handoko Abdi, anggota DPRD Kalsel dari Partai Gerindra Husnul Fatahillah, Kepala Dinas Pertanian Kalsel Syamsir Rahman, Ketua DPRD Banjarbaru Muhammad Syahrial, serta Wakil Ketua DPRD Banjarbaru sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Banjarbaru Windi Novianto.

‎Meski nama Darmawan Jaya Setiawan masuk dalam perbincangan, peluangnya dinilai minim akibat terbentur aturan perundang-undangan. 

‎Mengingat ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Banjarbaru menggantikan almarhum Nadjmi Adhani, aturan membatasi ruang geraknya untuk dicalonkan kembali di posisi wakil wali kota.

Meski demikian, saat dikonfirmasi, Darmawan Jaya menegaskan bahwa pengisian kursi tersebut sangat bergantung pada komunikasi politik. 

‎"Untuk pengisian Jabatan Wakil Walikota ini tergantung dinamika dan komunikasi politik yang terjalin antara Wali Kota Banjarbaru selaku user dengan pihak Partai Politik yang memiliki kursi di DPRD Kota Banjarbaru," ujarnya.

‎Ia juga berharap calon yang terpilih kelak mampu menyatu dengan kepemimpinan wali kota. 

‎"Siapapun yang terpilih nantinya diharapkan berkontribusi positif pada pencapaian Visi Misi Wali Kota Banjarbaru. Untuk pengabdian kepada Kota Banjarbaru, posisi dimanapun ulun siap aja melaksanakan," tambah Darmawan.

‎Sementara itu,  Kepala Dinas Pertanian Kalsel, Syamsir Rahman menilai,  Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi  terus tumbuh lebih baik di bawah kepemimpinan Wali Kota Erna Lisa Halaby. Pembangunan yang ada saat ini, menurut Syamsir sudah sangat bagus dan membawa banyak perubahan luar biasa.

‎"Hal ini tentu ditunjang oleh peran kepala daerah serta integrasi tugas pokok dan fungsi antar-SKPD ," ujar Syamsir.

‎Menanggapi peluang dirinya masuk bursa, Syamsir menyikapi dengan tenang.

‎"Bekerja itu takdir, jabatan bukan abadi. Tapi kalau memang sudah jalannya, bekerja di bawah atau di atas, saya ini tipe orang pekerja yang tidak bisa diam. Semua saya jalankan dengan lancar. Yang paling utama adalah di legislatif, apakah bisa bekerja sama. Kalau diminta saya siap, kalau tidak pun saya tidak apa-apa," tegasnya.

‎Sementara itu, Windi Novianto menyatakan bahwa gabungan parpol pengusung masih menunggu petunjuk teknis dari pengurus pusat.

‎ "Sementara kita menunggu arahan DPP untuk perihal siapa kader maupun non kader yang direkomendasikan untuk diusulkan sebagai calon wakil walikota. Karena sesuai peraturan, gabungan partai politik bersepakat untuk mengajukan dua nama calon wakil walikota kepada DPRD melalui walikota," jelas Windi.

‎Sebagai kader partai, Windi mengaku tegak lurus pada instruksi pimpinan pusat meski saat ini memilih fokus pada tugas legislatif. 

‎"Kami ini, kalau menerima rekomendasi, siap tidak siap ya harus siap. Tapi kalau diminta untuk mengajukan diri, ya tidak. Saat ini masih fokus pembahasan anggaran untuk APBD 2027," pungkanya.(Yan/fsl)

‎

Lebih baru Lebih lama